Perubahan Paradigma Pemberdayaan Masyarakat


Ahad, 23 Februari 2020 - 21:44:01 WIB
Perubahan Paradigma Pemberdayaan Masyarakat

"Puluhan ribu ekor ayam bantuan pemerintah dari program bedah kemiskinan rakyat sejahtera (Bekerja) di Kabupaten Pasaman, mati mendadak. Program pro rakyat ini pun dicap gagal total". 

Oleh: Virtuous Setyaka

Demikian salah satu berita di media massa daring yaitu harianhaluan.com pada Sabtu, 22/02/2020, 15:03:07 WIB. Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum harianhaluan.com, dana untuk pengadaan kegiatan Bekerja ini mencapai Rp13 miliar, bersumber dari dana APBN. 

Paradigma Intervensi Harus Diubah?

Berita itu tentu saja melengkapi refleksi atas kegagalan berbagai bentuk intervensi yang sangat mungkin sekali tidak didasarkan pada keinginan dan kebutuhan masyarakat atau rakyat. Hal tersebut juga dapat ditemukan pada peternakan lele yang gagal dikembangkan oleh ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Mini di Kampung Taruko Rodi, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang diinisiasi oleh sebuah lembaga non-pemerintah di Provinsi Sumatera Barat. 

Dengan demikian, perlu untuk mengubah paradigma pemberdayaan masyarakat yang tidak bisa lagi berasal dari atas (inisiatif program pemberdayaan dari pihak yang mengintervensi), baik pemerintah maupun non-pemerintah/swasta dan juga kampus. Pemberdayaan masyarakat harus berasal dari bawah, inisiatif program pemberdayaan berasal dari ide atau gagasan masyarakat yang diintervensi berdasarkan situasi dan kondisi objektif mereka.

Kegagalan intervensi semacam itu tidak hanya terjadi di tingkat lokal sebagai inisiatif nasional saja, bahkan seringkali inisiatif itu justru berasal dari tingkat internasional. Mengapa demikian? Karena ada keinginan dan kebutuhan lain yang berbeda dari keinginan dan kebutuhan masyarakat. 

Contohnya adalah keinginan untuk penyediaan bahan pangan di dalam pasar pangan sebagai kebutuhan pemenuhan konsepsi keamanan pangan. Konsepsi ini diimplementasikan oleh badan-badan yang ada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disponsori oleh negara-negara maju dan didukung oleh korporasi-korporasi besar (korporasi multinasional/transnasional) di dunia.

Sedangkan yang dibutuhkan masyarakat khususnya petani dan peternak adalah implementasi konsepsi kedaulatan pangan. Petani dan peternak harus produktif sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka untuk pemenuhan harian dan jangka panjang, sesuai situasi dan kondisi objektif mereka. Ketika hasil produksinya berlimpah, maka baru dijual ke pasar pangan yang bahkan bisa dikompromikan dengan para calon konsumen yang akan menyerap hasil produksi mereka.

Revolusi Batang Pisang Di Sungkai

Majelis Dosen Muda Universitas Andalas (MDM Unand) sedang mempersiapkan penyelenggaraan penelitian dan pengabdian masyarakat di kawasan salingka kampus sejak awal tahun 2020 ini. Inisiatif ini juga sebagai hasil refleksi tidak efektif dan efisiennya penelitian dan pengabdian masyarakat oleh para dosen Unand selama ini yang seringkali hit and run. Sekali meneliti dan mengabdi sudah itu mati dan tidak berkelanjutan.

"Sungkai itu baiknya kita sulap jadi kawasan buah dan ternak, kuliner dan homestay akan nyusul."

Demikian pesan salah satu Anggota Koperasi Petani dan Peternak Mandiri (KP2M) dalam sebuah diskusi pagi Minggu/Ahad, 23/02/2020, pukul 09.39. KP2M adalah koperasi tani yang kegiatan hulunya adalah pertanian dan peternakan ramah lingkungan/LEISA ( low external input sustainable agriculture ). Sedangkan kegiatan hilirnya adalah perdagangan dan pengolahan hasil untuk kuliner. Contohnya adalah menanam pisang untuk diproduksi/diolah menjadi pisang sale/selai pisang. Daun pisang diolah untuk makanan ternak, tetapi harus diproses terlebih dahulu melalui pakan ternak fermentasi. Batang pohon pisang bisa juga untuk pakan ternak. Selain itu, pohon pisang juga sangat efektif untuk menyimpan air tanah atau sebagai tanaman konservasi tanah. Minimal ada tiga jenis pisang hebat/unggulan untuk dikembangkan, yaitu pisang masak semalam, pisang batu, dan pisang raja serai. Maka dengan demikian bisa diselenggarakan revolusi batang pisang. 

Ternaknya diupayakan untuk kuliner, misalnya gulai kambing. Kambing menjadi ternak unggulan KP2M. Pemilihan kambing sebagai ternak unggulan dengan mempertimbangkan pertama, modalnya lebih rendah/permodalan yang digunakan lebih murah ketimbang peternakan yang lain; dan kedua, rakyat yang terlibat juga lebih banyak/penyerapan tenaga kerja untuk meningkatkan produktifitas petani dan peternak lebih massif.

Sungkai adalah salah satu kampung di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Posisi Sungkai berjarak 3 - 4 kilometer dari Kampus Universitas Andalas (Unand) Limau Manis. Kawasan Sungkai adalah  lahan pertanian yang termasuk lahan marjinal, yaitu lahan yang miskin hara. Sehingga tidak cocok untuk ditanami seperti serai wangi dan nilam, karena tanah menjadi semakin kurus atau tidak subur yang menyebabkan tidak bisa ditanami yang lainnya.

Penelitian dan Pengabdian Berbasis Keinginan Masyarakat

 "...kita sulap..." dalam ungkapan petani Anggota KP2M itu menyiratkan sebuah bentuk kerja sama atau kolaborasi untuk membangun atau mengubah situasi dan kondisi di Kampung Sungkai dan kawasan sekitarnya agar menjadi lebih produktif berbasis keinginan dan kebutuhan masyarakat kepada Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari MDM Unand.

Dalam penyampaian itu menggambarkan perencanaan pembangunan kawasan kampung tersebut dalam empat tahapan: pertama, pengembangan perkebunan buah-buahan; kedua, pengembangan kawasan peternakan; ketiga, pengembangan kuliner sebagai industri berbasis pertanian dan peternakan; dan keempat, pengembangan agrowisata dengan menggabungkan antara pertanian dengan pariwisata melalui simbol homestay.

Menurut KP2M, mimpi masyarakat khususnya petani dan peternak di salingka kampus sangatlah sederhana. Tugas para peneliti dan pengabdi seperti para dosen di MDM Unand hanyalah membantu masyarakat atau rakyat untuk mempercepat terwujudnya impian-impian tersebut.

Pernyataan tersebut tentu saja harus menggugah kesadaran bahwa Tim Peneliti dan Pengabdi Masyarakat dari MDM bersama para petani dan peternak harus mendiskusikan desain besar ( grand design ) agrowisata Sungkai bersama-sama. Dalam penyelenggaraannya, MDM akan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) Unand, Tourism Development Center (TDC), dan Nagari Development Center (NDC) yang sudah ada di Unand, dan dengan berbagai pihak lainnya dalam beragam bentuk kerja sama.

Dengan demikian implementasi perubahan paradigma intervensi pemberdayaan masyarakat diwujudkan dengan inisiatif dari bawah, sehingga para pihak yang mengintervensi hanyalah fasilitator. Agar kegagalan dalam pembangunan tidak lagi terulang. Pengulangan sejarah kegagalan awalnya adalah tragedi, selanjutnya adalah kekonyolan. Apakah kekonyolan itu akan diteruskan?

(Penulis adalah Dosen HI FISIP Unand, Direktur SANGKAKALA, Aktivis MDM, dan Mentor GSC Indonesia)

 Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 09 September 2017 - 00:49:05 WIB

    Perubahan itu Sebuah Keniscayaan, Termasuk Sepakbola

    Perubahan itu Sebuah Keniscayaan, Termasuk Sepakbola Dalam menghadapi perkembangan zaman, orang bijak selalu memahami bahwa perubahan itu adalah sebuah keniscayaan. Perubahan itu, terjadi di semua lini. Ilustrasi yang dekat dengan kita adalah, sarana transportasi umum di Padang.
  • Sabtu, 06 Agustus 2016 - 01:34:41 WIB

    Thawalib Harus Ikuti Perubahan

    Thawalib Harus Ikuti Perubahan PADANGPANJANG, HA­LUAN — Perguruan Tha­walib Padangpanjang ingin kembali meraih kejayaannya. Alumni bersama pengelola yayasan sepakat untuk men­cari solusi bersama agar Tha­walib mampu me­lahirkan tokoh agama ter­kena.
  • Jumat, 01 Juli 2016 - 05:35:04 WIB

    Bencana Alam dan Perubahan Iklim

    Bencana Alam dan Perubahan Iklim Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB sebagaimana diwartakan Harian Haluan (15/2) mencatat sejak awal tahun hingga 12 Februari 2016, sebanyak 290 kabupaten/kota dilanda bencana banjir, tanah longsor, dan angin putin.
  • Selasa, 05 April 2016 - 03:09:41 WIB

    Pemimpin Gen Y, Pemimpin Perubahankah ?

    Pemimpin Gen Y, Pemimpin Perubahankah ? Suksesi kepemimpinan sudah selayaknya dilakukan. Tak hanya pada korporasi, pun demikian dengan pemerintahan. Jika pada korporasi dikenal sebagai Generasi Baru atau Generasi Milenial yang kemudian menjadi lokomotif perubahan d.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM