Bingung Cari Kerja? Startup EBT Bisa Jadi Pilihan


Senin, 24 Februari 2020 - 11:53:07 WIB
Bingung Cari Kerja? Startup EBT Bisa Jadi Pilihan Pembangunan Energi baru terbarukan (EBT). Foto/Tempo

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen Pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkannya. Di tengah upaya mendorong industri EBT, antusiasme anak muda untuk dapat berkontribusi terhadap perkembangan EBT kini kian meningkat. Lahirnya startup-startup EBT pun menjadi harapan baru untuk mendorong tercapainya target tersebut.

Mewadahi ide-ide inovasi EBT, Nexus menginkubasi startup-startup EBT melalui program Energy Smart Incubation yang memberikan dan menyediakan penasehat bisnis langsung dan layanan dukungan untuk tim startup yang berfokus pada usaha energi yang inovatif, cerdas dan bersih.

Mewakili Kementerian ESDM, Gita Lestari, Kepala Bagian Kerja Sama Bilateral, mengapresiasi tingginya minat pemuda Pekanbaru untuk turut berkontribusi menciptakan ekosistem startup.

"Sepuluh tahun lalu saya sempat dengar ada beberapa orang yang punya inisiatif untuk menjual Solar PV di Sumatera ke petani sawit, atau petani karet sebagai sumber energi. Itu baru satu kelompok, maka tidak terbayang saat ini begitu banyak orang yang concern terhadap EBT", ungkap Gita, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Senin (24/2/2020).

Selain solar PV, Gita mengungkapkan potensi-potensi sumber EBT di Indonesia yang dapat dikembangkan oleh startup EBT di Indonesia. Menurutnya, potensi yang cukup besar untuk dapat dikembangkan salah satunya adalah biogas.

"Saya melihat potensi besar di Indonesia ada 2, solar PV dan biogas. Keduanya cukup potensial untuk dikembangkan oleh startup EBT", jelasnya.

Gita pun berbagi pengalamannya saat mengawal konservasi energi di Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM. Ia menyebut beberapa inovasi yang kini telah didukung oleh digitalisasi.

"Pemerintah Daerah Yogyakarta berhasil menurunkan tagihan atas penggunaan PJU sebesar 60% setelah pemasangan kWh meter di tiap PJU. Jadi memang digitalisasi dapat cukup berperan dalam penghematan energi", pungkasnya.

Narasumber lain, Fathah Zuhri, Program Manager New Energy Nexus Indonesia menjelaskan berbagai kesempatan yang dibuka oleh pihak Nexus melalui programnya. Selanjutnya, Kristamayu selaku Chief Product Officer Sylendra Power, salah satu startup EBT memaparkan teknologi Energy Harvester, yakni master dan battery expandable yang dapat ditingkatkan hingga 17.5kWh/rangkaian. (*)

 Sumber : Kementerian ESDM /  Editor : Milna

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]