DKP3 Sawahlunto Dorong Petani Kakao Terapkan Pola Tumpang Sari


Senin, 24 Februari 2020 - 14:55:59 WIB
DKP3 Sawahlunto Dorong Petani  Kakao Terapkan Pola Tumpang Sari Desa Kubang Tangah dijadikan Nagari Model Kako dengan menerapkan pola tumpang sari Kakao dengan sereh wangi. Ist

SAWAHLUNTO,HARIANHALUAN.COM- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto dorong petani kakao di Desa Kubang Tangah Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto, untuk menerapkan pola tumpang sari dengan menanam sereh wangi disela - sela tanaman Kakao.

"Ini bertujuan meningkatkan kualitas tanaman kakao sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi petaninya," ujar Sekretaris DKP3 Kota Sawahlunto, Henni Purwaningsih.

Baca Juga : Kota Padang Panjang Terima Penghargaan TP2DD di FEKDI

Henni mengatakan, dengan pola tumpang sari dua jenis tanaman ini akan sangat menguntungkan petani.

"Tanaman Kakao akan terlindung dari serangan hama, karena hama kakao tidak menyukai aroma tanaman yang berbau menyengat ini. Disisi lain keuntungan daun Sereh juga bisa dijual untuk bahan dasar minyak Atsiri," katanya.

Baca Juga : Kota Padang Panjang Punya Pojok Statistik Pertama di Indonesia

Hal ini lanjut Henni tentu sangat membantu keluhan petani kakao selama ini, dimana banyak buah kakao yang busuk akibat hama. Namun dengan aroma yang dikeluarkan daun sereh wangi yang tidak disukai okeh hama buah busuk, diharapkan bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kakao tersebut.

Lebih jauh diungkapkan Henni tanaman sereh wangi ini mudah tumbuh dan tidak disukai oleh hama termasuk hama babi. Untuk cara pembudidayaanya mudah dan juga murah. Sekali menanam bibit sereh wangi untik panennya sudah dapat dilakukan pada umur 6 bulan dan panen selanjutnya 3 bulan sekali.

Baca Juga : Tak Perlu Legalisir, 18 Dokumen Kependudukan Gunakan Tanda Tangan Elektronik

"Bahkan, jika dirawat dengan baik, sereh wangi bisa produktif hingga 10 tahun.  Sereh wangi juga bukan tanaman yang manja, tanaman ini dapat ditanam dengan berbagai kondisi tanah dan iklim. Baik di lahan-lahan tidur atau kurang produktif maupun lahan bekas tambang," ujarnya.

Sementara untuk  panen daun atsiri mentah basah ungkap Henni, bisa dijual langsung ke penyulingan Atsiri di Desa Balai Batu Sandaran dengan harga Rp500  perkilogramnya untuk dijadikan minyak Atsiri.(*)

Baca Juga : Menteri PPN Tebar Ikan Endemik di Danau Maninjau

Reporter : RIKI YUHERMAN | Editor : Dodi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]