BPCB Sumbar Kembali Lanjutkan Pemugaran Kerkhof Lubang Panjang


Selasa, 25 Februari 2020 - 06:00:41 WIB
BPCB Sumbar Kembali Lanjutkan Pemugaran Kerkhof Lubang Panjang Pemugaran Makam Belanda (kerkhof) Lubang Panjang Sawahlunto dilanjutkan. Ist

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM -- Pemugaran situs kuburan Belanda (kerkhof) di Kawasan Lubang Panjang Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto kembali dilanjutkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat.

Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Dinas Kebidayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman, Rahmad Gino Sea Games mengatakan, sejak 2018 hingga 2019 telah dilakukan pemugaran tehadap 60 bangunan yang ada, tersisa 34 bangunan yang harus dipugar.

"Pemugaran 60 bangunan direntang 2018 - 2019 lalu. Untuk 2029 ini akan dilakukan pemugaran sebanyak 34 makam lagi dengan dana Anggaran dari BPCB sekitar Rp1 miliar lebih," kata Gino kepada Harianhaluan.com.

Saat ini kata Gino, sedang dilakukan kajian tekhnis serta perencanaan guna pemugaran 34 bangunan di kawasan ini. Dan dalam waktu dekat juga akan dilakukan tahapan proses pekerjaan yang dikoordinir para ahli BPCB Batusangkar Sumbar.

Situs kuburan Belada sendiri lanjutnya, menjadi salah saru situs cagar budaya, dimana tercatat 94 unit bangunan kuburan yang dilengkapi dengan nisan serta bangunan pelengkap lainnya dan telah mengalami tiga kali tahapan pemugaran.

"Tahun ini ditargetkan pemugaran secara keseluruhan baik makam, pagar dan taman dikawasan kerkhof dapat diselesaikan. Sementara untuk dukungan sarana jalan dan parkir akan didukung melalui dana APBD Sawahlunto," ujarnya.

Sebelumnya, Tim pemugaran dari BOCB Sumbar, M. Yusuf mengatakan, pemugaran itu telah melewati kajian sejak 2017 lalu. Bentuk pemugaran sebutnya, berupa perbaikan struktur makam Belanda yang sudah patah-patah atau rusak lantaran terdampak kondisi tanah, dan pemuharan dilakikan secara bertahap.

" Pemugaran tidak merubah bentuk aslinya, tapi hanya melakukan perbaikan yang sudah patah patah dan melakukan pengecatan sehingga makam makam itu tetap lestari. Lokasi kerkhof ini sudah menjadi destinasi wisata sejarah, dengan dipugar akan semakin menyedot perhatian wisatawan terutama wisatawan mancanegara," tuturnya.

Kekhof sendiri dalam bahasa Belanda berarti kuburan, namun ada juga referensi melalui pencarian di internet yang menyebutkan Kerkhof terdiri daei dua kata, yakni kerk yang artinya gereja (Inggris, Curch) dan hof berarti halamam, bisa jadi karena kebiasaan orang Belanda menguburkan jenazah tidak jauh dari bangunan gereja. (*)

Reporter : Riki Yuherman /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM