Desainer Muda Asal Bukittinggi Tampilkan Batik Tanah Liek di Muffest 2020


Selasa, 25 Februari 2020 - 10:40:47 WIB
Desainer Muda Asal Bukittinggi Tampilkan Batik Tanah Liek di Muffest 2020 Nada Mulya, ketika tampil dalam ajang  Muslim Fashion Festival (Muffest ) 2020 di Jakarta Convention Center (JCC). Ist

BUKITTINGGI, HARIAN HALUAN.COM -Tampilkan busana batik tanah liek asli Minangkabau dengan tema “Tanah Minang”, salah seorang desainer muda asal Kota Bukittinggi, Nada Mulya (22),  tampil dengan penuh percaya diri dalam ajang  Muslim Fashion Festival (Muffest ) 2020,  yang dihelat di Jakarta Convention Center (JCC).

Muffest  2020 merupakan ajang fashion show busana muslim Indonesia, yang diperagakan oleh para desainer. Dalam ajang ini, Nada Mulya sengaja  menampilkan empat macam desain busana muslim batik tanah liek, untuk memperkenalkan dan mengangkat batik tanah liek yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar) ke dalam dunia design fashion bertaraf nasional hingga international.

"Suatu saat saya ingin dan bercita cita untuk memperkenalkan budaya Minang di bidang fashion di kancah nasional dan  internasional. Alhamdulillah,  cita cita itu dapat terwujud  dengan tampil pada Muffest 2020,” kata Nada Mulya melalui pesan Watsapp yang diterima HARIAN HALUAN.COM.

Nada Mulya yang merupakan alumni SMAN 3 Bukittinggi angkatan 2015  ini menyampaikan, keikutsertaannya  dalam ajang Muffest 2020  memang menjadi salah satu cita citanya. Karir sebagai desainer mulai ia jajaki sejak tamat SMA, sambil melanjutkan pendidikan di Universitas Padjadjaran Bandung.

"Namun pada tahun 2018 saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah di universitas tersebut, karena saya lebih tertarik di bidang desain fashion. Dalam tahun yang sama, saya bergabung dengan Islamic Fashion Institute (IFI). Setelah 1,5 tahun di IFI,  akhirnya saya bisa menampilkan karya tugas akhir saya di ajang fashion show bertaraf nasional,  yaitu Muslim Fashion Festival 2020 (muffest),” ujar Nada.

Menurutnya, empat macam desain busana muslim yang diangkatnya dalam Muffest 2020 terinspirasi dari dua kebudayaan yang berbeda yaitu Minang dan Belanda. Karna pada abad ke-16 Tanah Minang dimasuki oleh Bangsa Belanda dengan tujuan ekonomis dan politik.

"Tanah Minang sangat sulit untuk dikuasai oleh Bangsa Belanda. Tetapi bukan berarti tidak adanya pengaruh akulturasi yang diberikan Bangsa Belanda kepada orang Minang. Akulturasi budaya itu memberikan kekayaan terhadap budaya minang, seperti memberikan pesan positif dalam desain fashion. Dimana orang minang dapat menambahkan style belanda dalam berbusana, tapi tidak menghilangkan kaidah berbusana orang minang sebelumnya," ungkap desainer muda ini.

Oleh karena itu ulasnya, empat Outfit Fashion yang terinspirasi dari budaya Minang dan Belanda ini, disajikan dengan look modest wear berkarakter klasik dan elegan, sehingga sesuai untuk para wanita muslimah pecinta kain tradisioanal yang ingin terlihat lebih modern.

“Saya merasa bangga bisa menampilkan busana batik tanah liek asli Minangkabau dalam ajang Muffest 2020 yang digelar pada 22-23 Februari 2020, di Jakarta Convention Center. Penampilan ini sekaligus  sebagai tugas akhir saya dari IFI,” tukasnya. (h/tot)

Reporter : Gatot /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 04 April 2020 - 08:55:44 WIB

    Desainer Papan Atas Meninggal Dunia karena Covid-19

    Desainer Papan Atas Meninggal Dunia karena Covid-19 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Desainer papan atas Sergio Rossi meninggal dunia pada usia 84 tahun karena infeksi virus corona (Covid-19). Rossi meninggal di Cesena, Italia, setelah dirawat di rumah sakit selama beberapa hari..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM