BPJS Kesehatan Bukittinggi Targetkan Peserta JKN-KIS 100 Persen


Selasa, 25 Februari 2020 - 17:51:18 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi Targetkan Peserta JKN-KIS 100 Persen BPJS Kesehatan Bukittinggi menggelar sosialisasi JKN-KIS di Balairung rumah dinas Walikota Bukittinggi Belakang Balok, Selasa (25/2). (Gatot)

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM -- BPJS Kesehatan Bukittinggi menargetkan seluruh warga Kota Bukittinggi terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hingga Per Januari 2020, jumlah peserta yang terdaftar pada JKN-KIS Kota Bukittinggi sebanyak 102.990 peserta atau sekitar 85,81 persen dari jumlah penduduk Kota Bukittinggi yang tersebar pada 24 kelurahan di tiga kecamatan yang ada.

Adapun rincian  jumlah peserta yang telah terdaftar sebagai peserta JKN KIS untuk tiga kecamatan yang ada itu yakni, untuk Kecamatan Aur Birogo Tigo Baleh (ABTB) berjumlah  23.098 peserta,  dari 26. 529 jumlah penduduk ABTB. Untuk Kecamatan Guguk Panjang berjumlah 37.961 peserta,  dari 43.295 jumlah penduduk. Sedangkan untuk Kecamatan Mandiangin Koto Selayan berjumlah 41.931 peserta, dari 50.198 jumlah penduduk.

Baca Juga : Miris! Uang Tak Dikirim Istri, Pria Ini Cekik dan Siksa Anaknya

“Alhamdulillah, hingga tahun ketujuh sejak beroperasinya BPJS Kesehatan, sudah 85,81 parsen masyarakat Bukittinggi yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Yessy Rahimi, dalam sosialisasi JKN-KIS kepada tokoh masyarakat, Niniak Mamak dan Bundo Kanduang Kota Bukittinggi, di Balairung rumah dinas Walikota Belakang Balok, Selasa (25/2).

Kedepan ujarnya, BPJS Kesehatan Bukittinggi berharap agar kepesertaan ini bisa mencapai 100 parsen. Karna dengan BPJS,  seluruh penyakit dapat ditanggung proses pengobatannya, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. “Kami mengapresiasi dukungan penuh Pemko Bukittinggi terhadap BPJS Kesehatan. Dengan dukungan itu, dari 120 ribu lebih jumlah penduduk Bukittinggi, sudah ada 102 ribu lebih  warga  yang terdaftar jadi peserta BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga : 3 Provinsi Ini Rentan Terhadap Virus Corona

Menurutnya, sosialisasi yang diberikan  kepada tokoh masyarakat Bukittinggi ini, dibutuhkan untuk lebih meningkatkan pemahaman kepada warga tentang manfaat BPJS Kesehatan. Sehingga kedepannya, ditargerkan seluruh warga Bukittinggi dapat menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Melaui sosialisasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi dan komitmen BPJS Kesehatan untuk memberikan jaminan dan layanan kesehatan terbaik kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada masyarakat Bukittinggi. Dengan harapan target kepesertaan bisa mencapai 100 persen,” tukasnya.

Baca Juga : Parah! Disuruh Social Distancing, Tujuh Remaja di Padang Ini Malah Ikut Balap Liar

Sementara itu Wali Kota Bukittinggi,  Ramlan Nurmatias yang turut hadir dalam sosialisasi itu  menyampaikan, pemerintah daerah terus berupaya untuk membantu dan melayani kesehatan masyarakat. Setiap tahun, Pemko menganggarkan anggaran Rp 4 milyar untuk jaminan kesehatan. "Dalam hal ini perlu pemahaman, karna yang dijamin pemerintah daerah merupakan warga kota yang masuk dalam BDT (Basis Data Terpadu),” ungkap Ramlan.

Menurut Ramlan, dana yang dianggarkan itu guna membantu jaminan kesehatan untuk warga Bukittinggi. Namun kendalanya, masih ada sejumlah warga dari luar kota yang telah lama menetap di Bukittinggi, tapi tidak ber-KTP Bukittinggi.

Baca Juga : Perangi Wabah Corona, Bank Nagari Bantu 200 Stel APD untuk Tim Medis RSUP Dr M Djamil

"Ketika mereka tergolong masyarakat kurang mampu dan membutuhkan jaminan kesehatan, tentu Pemko tidak bisa membantu secara maksimal. Karena secara aturannya, Pemko hanya bisa membantu warga yang terdaftar sebagai warga kota dan masuk dalam BDT.  Untuk itu, kita imbau untuk segera mengurus KTP atau kepindahannya ke Bukittinggi agar bisa dibantu," ungkap Ramlan. (*)

Reporter : Gatot | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]