Tahun Ini, Sumbar akan Inseminasi 120 Ribu Ekor Sapi


Selasa, 25 Februari 2020 - 18:04:03 WIB
Tahun Ini, Sumbar akan Inseminasi 120 Ribu Ekor Sapi Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat melihat langsung sapi yang ada di UPTD Balai Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya Tuah Sakato yang nantinya akan diberikan inseminasi buatan atau kawin suntik pada Selasa (25/2) siang.

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sumbar Erinaldi menyebutkan akan ada 120 ribu ekor indukan sapi yang ada di Sumatera Barat akan diberikan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik pada 2020 ini.

"Kita sudah kontrak dengan kementrian pertanian untuk melakukan IB ke 120.000 ekor sapi di Sumbar pada tahun ini," kata dia saat Musrenbang Peternakan di UPTD Balai Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya Tuah Sakato Pemprov Sumbar yang juga langsung dihadiri oleh Wagub Sumbar Nasrul Abit, Selasa.

Dari angka tersebut, setidaknya sudah ada 80 persen sapi indukan produktif yang ada di Sumbar telah tersentuh dengan IB atau kawin suntik tersebut. "Selebihnya memang masih ada dengan kawin alam, seperti di kebun sawit dan juga ada di Pesisir Selatan. Karena persyaratan inseminasi itu sapi harus dikandangkan," sebutnya.

Dalam pelaksanaan kawin suntik ini, masyarakat tidak dipungut biaya sedikitpun dan hanya menyediakan indukan sapi yang telah dikandangkan. Dia mengatakan jumlah kelahiran sapi di 2019 mencapai lebih dari 125.000 ekor sapi yang 60 persennya dari kawin suntik dan lebihnya dari kawin alam.

Berbicara potensi indukan sapi di Sumbar, Erinaldi menilai masih terdapat potensi dua kali lipat dari kelahiran yang ada saat ini, yang bahkan mencapai 350.000 ekor.  "Lahan kosong di Sumbar yang dari sawit itu sekitar 350.000 hektare yang dapat digunakan sebagai indukan sapi. Bayangkan, setiap satu hektare dapat kita manfaatkan untuk satu ekor sapi saja sudah ada tambahan 350.000 kelahiran sapi lagi," ujarnya.

Ia menyebutkan, apabila hitung-hitungan ini dapat terealisasi secara tidak langsung angka ini dapat menekan jumlah impor sapi ke Indonesia.  "Potensi kita ada, sekarang memang belum kita garap sehingga saat ini kita masih impor," sebutnya. 

Terkait pembiayaan untuk kawin suntik, Erinaldi mengaku pemerintah tidak dapat membantu pembiayaan sebanyak itu. Namun, pemerintah dapat membantu untuk mencarikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk peternakan. 

"Bunganya hanya 6 persen untuk satu tahun. Sekarang KUR Mikro itu besaran yang bisa dipinjam itu sudah mencapai Rp50 juta per orang dan tidak perlu agunan. Apalagi yang memiliki lahan sawit, tentu akan lebih mudah mendapatkan pinjaman," ujarnya.Wagub Sumbar Nasrul Abit menyebutkan kawin suntik kepada 120.000 ekor indukan sapi ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk langsung membantu masyarakat.

"Ini bisa menjadi unggulan kita di Sumbar selain perkebunan dan pertanian, sebab ini akan berdampak dan bermanfaat langsung untuk masyarakat kita," sebutnya. (*)

Reporter : Dadang /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM