Ribuan Zak Semen Padang Tenggelam di Laut


Selasa, 25 Februari 2020 - 21:38:20 WIB
Ribuan Zak Semen Padang Tenggelam di Laut Ilustrasi. net

HARIANHALUAN.COM – Sebanyak 1.800 zak Semen Padang tenggelam di perairan Pulau Tikus, Kecamatan Durai di Kepulauan Riau setelah kapal kargo KM Bintang Abadi pengangkut semen tersebut tenggelam. Kecelakaan itu diduga akibat kapal bocor setelah menabrak terumbu karang.

Peristiwa naas itu terjadi, Selasa (25/2/2020) sekitar pukul 05.30 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, semua awak kapal dinyatakan selamat.

Baca Juga : Minggu Dini Hari, Ratusan Pemuda Bersenjata Terlibat Tawuran di Medan

Salah seorang anak buah kapal (ABK) KM Bintang Abadi, Sadan (20) ketika dikonfirmasi mengatakan, KM Bintang Abadi berlayar dari Pulau Batam tujuan Pulau Burung, Sei Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau mulai Senin (24/2/2020) sekitar pukul 21.00 WIB dengan muatan sebanyak 1.800 sak semen.

Ketika kapal berada di perairan Tikus, Durai sekitar pukul 03.30 WIB, cuaca mendadak buruk disertai angin kencang. Kapal tiba-tiba berhenti mendadak. Begitu awak kapal mengecek kondisi kapal, ternyata kapal sudah kandas dan berada di atas terumbu karang. Akibat menabrak terumbu karang itu, kapal mengalami kebocoran.

Baca Juga : Empat Remaja Bawa Sabu ke Sel Mapolres Pessel, Ditangkap Dong!

Seluruh awak KM Bintang Abadi yang tenggelam saat berada di gudang karet Tanjungbatu.Foto:Ilham/haluankepri.com

Baca Juga : Duh! Istri Marbut di Solsel Digigit Anjing saat Melerai Suami Berkelahi dengan Pemilik

“Kapal kami tiba-tiba berhenti mendadak. Setelah kami cek, ternyata kapal sudah naik di atas terumbu karang. Rupanya kapal menghantam terumbu karang itu, akibat cuaca buruk dan angin kencang. Karena hantaman terumbu karang itu, lambung kapal kami mengalami kebocoran,” ungkap Sadan seperti diberitakan haluankepri.com (Haluan Media Group), Selasa (25/02/20).

Awak KM Bintang Abadi sebanyak 6 orang diantaranya, Nurdin selaku nakhoda dengan ABK A Rahman, Sadan, Sahrul, Rahman dan Sulianto.dinyatakan selamat dalam insiden tersebut. Begitu mengetahui kapal karam dan hampir tenggelam, maka seluruh awak kapal berusaha menyelamatkan diri.

Baca Juga : Diduga Gegara Cemburu, Seorang Suami Tega Habisi Istrinya

Sadan kemudian menghubungi Reman, salah seorang temannya yang bekerja di gudang karet Tanjungbatu, Kundur untuk meminta bantuan. Selang 2 jam kemudian atau sekitar pukul 05.30 Wib, kapal tersebut akhirnya benar-benar tenggelam beserta seluruh muatannya. Awak kapal akhirnya terapung-apung sambil berenang ke pulau terdekat.

Pada saat awak kapal KM Bintang Abadi berusaha menyelamatkan diri maut, datang perahu nelayan melintasi perairan itu. Seluruh awak kapal naik ke atas perahu nelayan dan dievakuasi ke Pulau Tikus di Kecamatan Durai. Pulau Tikus merupakan pulau terdekat dari lokasi tenggelamnya kapal tersebut.

Sekitar pukul 07.40 WIB, Reman yang bekerja di gudang karet di Tanjungbatu, Kundur sampai di Pulau Tikus dengan menggunakan Speed Boat. Kemudian seluruh awak KM Bintang Abadi dievakuasi ke Tanjungbatu, Kundur. Seluruh korban akhinrya selamat sampai di Kundur sekitar pukul 09.00 WIB.

“Sekarang kami sudah berada di gudang karet di Tanjungbatu. Kami semua dalam kondisi selamat. Setelah ini, kami akan berencana kembali ke Batam,” pungkas Sadan. (*)

Reporter : Ilham | Editor : DavidR | Sumber : haluankepri.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]