Senior Paksa Siswa Jilat Tinja, Pimpinan Seminari Maria BSB Maumere Minta Maaf


Selasa, 25 Februari 2020 - 23:19:31 WIB
Senior Paksa Siswa Jilat Tinja, Pimpinan Seminari Maria BSB  Maumere Minta Maaf Suasana pertemuan antara orang tua murid dengan pihak sekolah atas dugaan perpeloncoan di SMP Seminari Bunda Segala Bangsa, Maumere, Sikka, NTT. (Foto: iNews/Joni Nura)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Sekolah Seminari Maria Bunda Segala Bangsa di Maumere Ibu Kota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan pernyataan atas kejadian 77 siswa SMP dijejali feses atau kotoran manusia oleh kakak kelas. 

Pihak sekolah menegaskan tidak pernah melakukan pembiaran terhadap segala bentuk kekerasan dalam bentuk apapun.

Pimpinan Seminari Maria Bunda Segala Bangsa RD Deodatus Du’u mengungkapkan, dengan kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada semua pihak. Teristimewa kepada orang tua dan keluarga para siswa SMP kelas VII atas kejadian tersebut.

“Bagi kami peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk melakukan pembinaan secara lebih baik di waktu yang akan datang,” ujar Deodatus dalam keterangan resminya, Selasa (25/2/2020).

Dia menjabarkan, kronologi kejadian ini bermula saat dua senior dari kelas XII yang ditugaskan menjaga kebersihan kelas VII menemukan feses dalam plastik di lemari kosong kamar tidur kelas VII pada Rabu (19/2/2020). Keduanya kemudian memanggil semua siswa kelas VII dan mengumpulkan mereka.

Kakak kelas ini bertanya siapa pelaku dan meminta kejujuran mereka. Karena tidak ada yang mengaku, kedua kakak kelas menghukum dan mengambil kotoran tersebut menggunakan sendok. Lalu menyentuhkan pada bibir siswa kelas VII. Perlakuan berbeda pada masing-masing anak. Mereka kemudian berpesan agar tak menceritakan kejadian itu kepada siapapun.

Namun salah satu siswa menceritakan kepada orang tuanya hingga akhirnya kejadian ini terungkap. Tak terima para orang tua murid tersebut datang meminta pertanggungjawaban sekolah pada Jumat (21/2/2020). Selanjutnya digelar pertemuan antara sekolah dan para orang tua siswa, Selasa (25/2/2020).

“Dalam pertemuan itu, Seminari secara terbuka telah meminta maaf atas peristiwa yang terjadi kepada orang tua. Sekaligus memberi sanksi tegas kepada kedua kakak kelas,” katanya.

Bahkan sebagai bentuk pembinaan, Seminari memutuskan mengeluarkan kedua kakak kelas dari Seminari Maria Bunda Segala Bangsa.

“Untuk para siswa kelas VII juga dibuat pendapingan dan pendekatan lebih lanjut oleh pembina (Romo dan Frater) untuk pemulihan mental dan menghindari trauma,” ujarnya.(*)

 Sumber : iNews.id /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM