7.597 UMKM di Pasaman Kesulitan Dapat Bantuan Modal dan Pasarkan Produk


Rabu, 26 Februari 2020 - 09:18:44 WIB
7.597 UMKM di Pasaman Kesulitan Dapat Bantuan Modal dan Pasarkan Produk Pelaku UMKM. Foto/Media Indonesia

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Kabupaten Pasaman bisa dibilang merupakan salah satu gudangnya Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Ada ribuan pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari makanan, minuman, sandang, hingga kerajinan.

Hingga 2019, pelaku UMKM di Pasaman mencapai 7.597 unit usaha. Namun, sayangnya, peningkatan tersebut belum dibarengi kemampuan pemasaran dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Selain itu berbagai keluhan pun dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah itu. Mulai dari kesulitan melakukan pemasaran produk, hingga kesulitan mendapatkan pinjaman modal dari perbankan.

Salah seorang pelaku usaha yang memproduksi olahan ikan, Rita (36), mengaku, masalah utama yang paling dirasakan olehnya yakni, minimnya bantuan modal usaha, sehingga tidak berani meningkatkan jumlah produksi serta omzet.

"Selama ini, saya tidak berani produksi banyak-banyak. Mulai dari pengolahan, pengemasan sampai penjualan dilakukan sendiri. Usaha ini saya rintis sejak 2012 lalu," kata Rita, kepada Harianhaluan.com, Rabu (26/2/2020).

Ia menambahkan, untuk menyiasati permasalahan kekurangan modal, ia pernah mencoba meminjam kepada bank, namun urung disetujui lantaran tidak memenuhi persyaratan.

"Beberapa kali ditolak oleh bank, alasannya juga tidak jelas. Untuk itu saya sangat berharap, Pemda bisa turun tangan agar pelaku usaha mudah mendapatkan bantuan permodalan," katanya.

Kesulitan pelaku usaha UMKM dalam mendapatkan bantuan permodalan berbanding terbalik dengan keputusan pemerintah meningkatkan akses modal bagi para pelaku UMKM. Peningkatan akses itu dilakukan dengan memangkas bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari yang saat ini 7 persen menjadi 6 persen.

Tak hanya memangkas bunga, pemerintah juga menaikkan jumlah penyaluran KUR dan pengajuannya. Dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur untuk pengajuan KUR mikro. Pemangkasan bunga KUR tersebut mulai berlaku pada 2020 ini.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasaman, Jonneri Masli mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak menanggapi keluhan para pelaku UMKM di daerah itu. Selain keterbatasan anggaran pada dinas itu, pihaknya juga memiliki keterbatasan kewenangan.

"Kita hanya bisa melakukan pembinaan terhadap UMKM ini. Untuk memfasilitasi UMKM mendapatkan dana atau modal usaha dari perbankan belum bisa kita lakukan," katanya.

Pihaknya, kata dia, hanya bisa membantu mempromosikan produk pelaku UMKM tersebut dalam ajang pameran, baik berskala lokal maupun nasional.

"Paling cuma itu yang bisa kita bantu dan lakukan kepada mereka. Untuk mencari pasar, kita bantu promosi lewat ajang pameran. Produk produk unggulan UMKM ini kami bawa," katanya. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM