Atasi Masalah Listrik di Pessel, PLTM Tapan Resmi Beroperasi


Rabu, 26 Februari 2020 - 18:03:29 WIB
Atasi Masalah Listrik di Pessel, PLTM Tapan Resmi Beroperasi Sekda Pessel Erizon disela-sela peresmian PLTM Sako 01 di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.

PAINAN,  HARIANHALUAN.COM -- Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sako 01 di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan selesai dibangun. PLTM yang memiliki kapasitas 2x3 mega watt tersebut, diresmikan oleh Bupati Pesisir Selatan yang saat itu diwakili oleh Sekretaris Daerah setempat Erizon, Rabu (26/2).

Pada kesempatan itu, Sekda Erizon mengapresiasi pembangunan PLTM yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Menurutnya, keberadaan PLTM sudah lama diinginkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pengembangan usaha ekonomi masyarakat sekitar.

"Kami berharap kedepan bakal ada lagi investor yang berminat dan serius menanamkan investasinya di Pessel," kata Sekda disela-sela peresmian PLTM Sako 01 di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan.

Ia mengatakan, Pesisir Selatan memiliki banyak aliran sungai yang  potensial jika dikembangkan untuk pembangunan PLTM, seperti Batang Tarusan, Batang Bayang, Batang Lumpo, Batang Jalamu, Batang Pelangai, dan sebagainya. "Setidaknya ada 10 PLTM lagi yang bisa dibangun di Kabupaten Pesisir Selatan ini. Sebab, Pessel memiliki 19 aliran sungai yang berpotensi jika dijadikan lokasi pembangunan PLTM," ujarnya.

General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah Sumatra Barat, Bambang Dwiyanto menyebutkan, ketersedian energi listrik di Sumatra Barat saat ini sudah surplus. "Kebutuhan listrik pada beban puncak 590 MW, sementara pasokan yang ada 720 MW," ucapnya.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut pihaknya menjamin tidak ada lagi pemadaman bergilir yang disebabkan oleh kekurangan daya listrik. Bahkan, pihak PLN juga mengapresiasi pembangunan PLTM Sako 01, karena pembangkit listriknya menggunakan energi terbarukan.

"Kehadiran PLTM ini menambah jumlah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi terbarukan. Kami targetkan pada 2025 sebesar 23 persen pembangkit listrik dari energi terbarukan," ujarnya.

Sementara itu, Dirut PT. Brantas Abipraya, Bambang E Marsono dalam laporannya menjelaskan, pembangunan PLTM diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar Rp200 miliar, dibangun anak usaha Brantas Abipraya yaitu PT. Brantas Energi melalui SPC (Special purpose company) PT Brantas Cakrawala Energi hari ini di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. 

"Pembangunan PLTM Sako 01 berlangsung selama 41 bulan yang dimulai pada April 2016," tuturnya.

Ia menyebutkan, sebelum PLTM Sako 01, Brantas Energi juga telah berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gorontalo yang berkapasitas 2 MW dan PLTM Padang Guci di Bengkulu sebesar 3x2,0 MW. Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan kepada anak yatim, pemuda, sekaligus bantuan pembangunan masjid, berjumlah Rp60 juta serta penanaman pohon. (*)

Reporter : Okis /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM