Legislator Pertanyakan Kematian Puluhan Ribu Ayam di Pasaman


Rabu, 26 Februari 2020 - 23:20:13 WIB
Legislator Pertanyakan Kematian Puluhan Ribu Ayam di Pasaman Bantuan ayam program Bekerja saat tiba di Nagari Lubuk Layang, Rao Selatan. Tampak, tumpukan ayam mati.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Kasus kematian puluhan ribu ayam bantuan program bedah kemiskinan rakyat sejahtera (Bekerja) di Kabupaten Pasaman mulai disorot banyak pihak. Salah satunya oleh legislator setempat. 

Menurut Ketua Komisi 2 DPRD Pasaman, yang membidangi sektor peternakan, Rudi Apriasi mengatakan, kasus kematian puluhan ribu ayam dari program tersebut harus diusut tuntas. Sebab, sudah merugikan masyarakat banyak. 

"Ini kan program pro rakyat. Tapi kok malah menyengsarakan rakyat yah, saya heran. Salahnya dimana. Masyarakat banyak mengeluhkan soal ini. Apalagi saat saya menghadiri musrenbang di Mapattunggul," ungkap Rudi Apriasi, kepada harianhaluan.com, Rabu (26/2).

Rudi mendesak, Dinas Pertanian yang membidangi Peternakan harus ambil bagian, dengan cara turun ke lapangan meneliti penyebab pasti kematian ayam dari program Bekerja itu. Konon, ayam bantuan itu tidak dapat bertahan hidup dalam waktu lama. 

"Ini tidak boleh didiamkan begitu saja. Harus diusut ini dengan tuntas. Penyebab utama kematian ayam ayam tersebut harus diketahui. Karena virus atau disebabkan oleh hal lainnya," katanya. 

Dari informasi yang dihimpun pihaknya, kini ayam bantuan program Bekerja itu hanya tersisa hitungan jari dari 5.872 rumah tangga miskin pertanian (RTMP) penerima manfaat program. Padahal, per RTMP menerima bantuan ayam sebanyak 50 ekor. 

"Jika dikalkulasikan, bantuan ayam  untuk Pasaman saja bisa mencapai 293.600 ekor. Namun, kini tinggal cerita belaka, karena ayam bantuan itu sudah banyak yang mati," ujarnya. 

Rudi menambahkan, akan mendorong pemanggilan terhadap instansi dan pihak terkait, guna mengungkap penyebab kematian puluhan ribu ayam bantuan program Bekerja di daerah itu. Hingga banyak pihak menuding program Kementan ini gagal total. 

"Akan kita agendakan pemanggilan  terhadap instansi terkait. Nanti juga bisa kita pertanyakan bagaimana tindak lanjut dan pertanggung jawabannya. Dinas Pertanian Pasaman, juga bisa kita panggil kembali. Termasuk pihak BPTU HPT Padang Mangatas, sekalipun," ungkap Rudi.

Sebelumnya, puluhan ribu ayam bantuan program Bekerja di Pasaman dilaporkan mati. Program ini menyasar 5.872 RTMP dilima kecamatan, yaitu Padanggelugur, Rao Selatan, Rao, Lubuksikaping dan Mapattunggul. 

Setiap RTMP mendapatkan bantuan ayam 50 ekor, pembuatan kandang sebesar Rp500 ribu dan pakan sebanyak 150 kg dari Kementan. 

Peristiwa ini juga dibenarkan oleh Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Romi Zuswandi. Malah, kata dia, permasalahan itu sudah disampaikan ke pihak pelaksana kegiatan. 

"Peristiwa tidak biasa ini sudah kami sampaikan ke pelaksana kegiatan, yakni pihak BPTU HPT Padang Mangatas, di Payakumbuh. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan," ujar Romi, beberapa waktu lalu.

Hasil monitoring terhasap ternak ayam yang diterima oleh RTMP di kabupaten itu rata-rata mati. Tingkat kematian mencapai angka 75 sampai 100 persen. 

"Sudah kami surati pada 21 Januari 2020. Itu hasil monitoring dan kunjungan kami ke lapangan serta laporan dari walinagari, TKSK, petugas pendamping, Bhabinkamtibmas dan Babinsa," katanya. 

Penyebab kematian dari ayam ayam tersebut hingga kini masih misterius. Penyelidikan pun sudah dilakukan oleh bidang peternakan guna mengungkap penyebab kematian dari puluhan ribu ayam bantuan tersebut. 

"Kita sudah melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui penyebab kematian ayam-ayam itu. Dari hasil bedah, bukan disebabkan oleh virus. Untuk memastikan lebih jelasnya perlu dilakukan uji labor," ungkap Romi. (*)

Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 18 Juni 2017 - 20:23:04 WIB

    Legislator Respon Positif Rencana Pemekaran Agam

    Legislator Respon Positif Rencana Pemekaran Agam AGAM,HARIANHALUAN.COM-- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI ) Mulyadi merespon rencana pemekaran Kabupaten Agam dengan positif. Jika itu dirasa baik, dan sudah dinilai layak, maka ada baiknya pihak pihak yang memiliki kew.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]