Duh..! Diduga Usai Makan Daging Babi, Puluhan Orang Keracunan Makanan


Kamis, 27 Februari 2020 - 01:11:24 WIB
Duh..! Diduga Usai Makan Daging Babi, Puluhan Orang Keracunan Makanan Para dokter dan petugas saat mengobati pasien keracunan di Pangkalan Susu, Langkat.(Foto: Dok. Istimewa-Kumparan)

MEDAN,HARIANHALUAN.COM-Sebanyak 82 warga Desa Pangkalan Siatak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengalami keracunan makanan. Diduga mereka keracunan usai memakan daging Babi. 

Mereka mengalami sakit perut, diare dan muntah. Kini mereka tengah mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Pangkalan Susu AKP Ilham mengatakan peristiwa keracunan itu bermula saat 82 warga tersebut menghadiri kegiatan doa bersama di Gereja HKBP pada Selasa (25/2) pukul 12.30 WIB. Usai kegiatan, para jemaah gereja menyantap makanan berupa nasi dengan lauk olahan daging babi.
Sebagian warga, kata dia, ada yang makan di geraja, tapi ada juga yang membawa pulang makanan itu ke rumah.

"Lalu sekitar pukul 23.00 WIB, warga yang memakan makanan dari tempat acara tersebut mengeluh sakit pada perut, muntah-muntah, pusing, mencret, dan sebagian ada yang demam, diduga setelah memakan makanan dari acara tersebut," ujar Ilham dikutip kumparan, Rabu (26/2).

Keesokan harinya, warga yang mengalami keracunan kembali ke gereja untuk diperiksa oleh tim medis dari Puskesmas Pangkalan Susu.

"Dari 82 warga yang diperiksa kondisinya oleh tim medis, enam orang dirujuk ke RSU Pangkalan," ujarnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathtir mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan karena babi. Polisi masih menunggu hasil dari laboratorium forensik.

"Kami belum bisa memastikannya, masih dilakukan penyelidikan. Untuk sampel makanan akan kami kirimkan ke laboratorium untuk kepastiannya," ujar Fathir.

Hal serupa juga disampaikan Kadinkes Langkat Sofyan Amara juga mengatakan penyebab pasti korban keracunan, baru bisa diumumkan setelah uji laboratorium, saat ini pihaknya telah mengambil sampel makanan yang dimakan pada warga.

"Kami baru ambil sampel, uji lab provinsi baru, nanti dapat hasilnya. Apakah itu karena bakteri atau sejenis apa? Baru bisa dipastikan dia keracunan apa tidak," kata Sofyan.

Sofyan mengungkapkan saat ini para pasien telah mendapatkan perawatan maksimal untuk memulihkan kondisinya. Polisi akan terus mengawasi kesehatan warga yang sudah kembali ke rumah.(*)

 Sumber : Kumparan.com /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM