Guru Tersangka Digunduli, FSGI: Koruptor Saja Enggak Digituin!


Kamis, 27 Februari 2020 - 02:06:27 WIB
Guru Tersangka Digunduli, FSGI: Koruptor Saja Enggak Digituin! Tiga tersangka guru pembina Pramuka dengan kempala gundul dan juga menghadap kamera, pada konferensi pers di Polres Sleman, Selasa (25/2/2020). (Foto:MI/Agus Utantoro)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-- Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memprotes penggundulan tiga tersangka kasus susur sungai SMPN 1 Turi saat gelar perkara di Polres Sleman, Yogyakarta.

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim meminta proses hukum dilakukan dengan mendepankan asas kepatutan, keadilan, transparan, proporsional, dan praduga tak bersalah.

"Koruptor saja enggak digituin lho. Foto-foto banyak kok sekarang lagi ramai nih, di Sukamiskin itu koruptor-koruptor itu enggak digunduli tuh, ini guru digundulin," ujar Satriwan, Rabu (26/2).

Menurut dia, tersangka kasus dugaan korupsi yang ditangkap Komisi Pemberantasan (KPK) tidak digunduli. Satriwan kemudian mempertanyakan aturan yang membuat oknum polisi menggunduli tersangka.

Meski demikian, pada prinsipnya Satriawan mendukung proses hukum para tersangka atas kelalaian mereka sehingga mengakibatkan 10 murid tewas. Namun proses itu harus dilakukan secara adil dan proporsional. Kemudian kepolisian harus tetap menjaga martabat tersangka.

Satriwan meminta propam Polda Yogyakarta memeriksa oknum polisi yang telah menggunduli tersangka itu. Sebab, ia mengkhawatirkan peristiwa tersebut di luar proses hukum acara pidana.

"Jika nanti peraturan tidak berbicara demikian (penggundulan) berarti itu berpotensi melanggar proses hukum. Makanya kami meminta propam memeriksa polisi ini," kata dia.

Sebelumnya,  kecaman juga disampiakan Ktua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Unifah Rosyidi. Ia  mengatakan perlakuan membotaki dan menggiring para tersangka guru seperti residivis sangat melukai hati nurani guru. 

PGRI menilai,  perlakuan polisi kepada tersangka guru peristiwa susur sungai tersebut, melukai rasa kemanusiaan guru sebagai profesi. 

Padahal, sejauh ini para guru tersebut tidak terbukti sengaja membunuh dengan sengaja para siswanya. "Tiada sedikitpun niat mencelakakan anak-anak yang telah menjadi anaknya di sekolah," kata Unifah dalam keterangannya.(*)

 Sumber : Republika.coid /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM