Dugaan Korupsi Incenerator di Payakumbuh, Penyidik Sudah Panggil 15 Saksi


Kamis, 27 Februari 2020 - 10:00:08 WIB
Dugaan Korupsi Incenerator di Payakumbuh, Penyidik Sudah Panggil 15 Saksi Penggeledahan RSUD Adnan WD Payakumbuh dilakukan pada Selasa (25/2) sekitar pukul 11.00 wib

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Sebelum dilakukan penggeledahan Rumah Sakit Umum Daerah Adnan WD Kota Payakumbuh, ternyata penyidik sudah memanggil sejumlah saksi terkait dugaan korupsi pengadaan incenerator. Hal itu dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Suwarsono melalui Kepala Seksi Intelijen Robi Prasetya di kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh baru-baru ini.

"Sudah ada yang dipanggil dan dimintai keterangannya. Ada sekitar 15 orang dari pihak rumah sakit," terang Robi. Tetapi, mantan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti itu, belum merinci secara detail siapa-siapa saja yang sudah dimintai keterangannya terkait dugaan proyek incenerator tersebut.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 114, Sembuh 92, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Satria Lerino menegaskan, akan memanggil kembali pihak-pihak yang terkait dengan proyek incenerator RSUD Adnan WD tersebut. Yaitu pihak yang dari awal perencanaan hingga gagalnya difungsikan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

"Data dan dokumen yang kita butuhkan, sudah dikantongi dan langsung kita tindak lanjuti untuk nanti kita tentukan langkah selanjutnya. Tentu dalam hal ini juga, jaksa penyidik akan langsung melakukan pemanggilan kembali terhadap pihak-pihak terkait. Semoga ke depan, masyarakat bisa kita berikan kepastian hukum terhadap kasus ini," tegas Satria Lerino.

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar Minggu Ke-57, Kabupaten 50 Kota Jadi Zona Merah

Penggeledahan RSUD Adnan WD Payakumbuh dilakukan pada Selasa (25/2) sekitar pukul 11.00 Wib. Penggeledahan selama 3 jam lebih itu,  melibatkan belasan penyidik untuk mencari dokumen penting proyek incenerator. Sejumlah ruangan rumah sakit itu dimasuki penyidik, yakni ruangan arsib dan ruangan direktur.

Penggeledahan yang berakhir pukul 15. 00 Wib itu, penyidik berompi tim khusus pemberantasan korupsi tersebut menyita puluhan dokumen dan data-data dari tahun 2015 dan 2016. (*)

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

Reporter : Dadang Esmana | Editor : NOVA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]