Waspada..! Kasus Baru Virus Corona di Luar China Meningkat Pesat


Kamis, 27 Februari 2020 - 10:32:03 WIB
Waspada..! Kasus Baru Virus Corona di Luar China Meningkat Pesat Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, untuk pertama kalinya, lebih banyak kasus baru virus corona tercatat di luar China.

Namun direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan wabah itu belum masuk ketegori pandemi.

Sebanyak 411 kasus baru virus corona terjadi di China pada Selasa (27/02), sementara di beberapa negara lain dilaporkan terjadi 427 kasus baru.

"Jumlah kasus baru yang dilaporkan terjadi di luar China, melampaui jumlah kasus baru yang terjadi di China untuk pertama kalinya," ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pada Rabu (26/02).

Di luar China, kini terdapat 2.790 kasus virus corona di 37 negara, 44 pasien dilaporkan meninggal.

Secara global, lebih dari 80.000 orang di 37 negara telah terinfeksi virus corona baru, yang muncul pada bulan Desember. Sebagian besar tetap di Cina.

Dia menambahkan, pelonjakan kasus virus corona yang terjadi di Italia, Iran dan Korea Selatan "sangat mengkhawatirkan".

Di sisi lain, beberapa kasus virus corona di Bahrain, Irak, Kuwait dan Oman, terkait dengan pasien covid-19 di Iran.

Sementara, kasus-kasus yang terjadi di Aljazair, Austria, Kroasia, Jerman, Spanyol dan Swiss, terkait dengan kasus corona di Italia.

Dia mengatakan peningkatan kasus di luar China telah mendorong beberapa media dan politisi untuk mendorong pandemi diumumkan. Namun menurutnya, hal itu belum perlu untuk dilakukan.

"Kita seharusnya tidak terlalu bersemangat untuk menyatakan pandemi tanpa analisis fakta yang cermat dan jelas," katanya.

Dia menjelaskan, menggunakan kata pandemi secara sembarangan tidak memiliki manfaat nyata dan memiliki risiko yang signifikan menciptakan ketakutan dan stigma yang tidak perlu.

WHO telah mengumumkan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional - tingkat alarm tertinggi badan kesehatan dunia itu.

Kasus baru melonjak di Italia

Jumlah kasus virus corona di Italia telah meningkat menjadi 400, sementara negara-negara lain berjuang untuk mencoba menahan penyebaran wabah tersebut.

Beberapa negara Eropa mengumumkan kasus baru yang penyebarannya bersumber dari Italia.

Daerah di Italia yang paling parah terkena dampak adalah di industri utara negara itu - Lombardy, wilayah di sekitar Milan, dan Veneto dekat Venesia.

Wabah ini telah menewaskan 12 orang di negara itu sejauh ini.

Pejabat pemerintah telah berusaha meyakinkan publik, dan menegaskan langkah-langkah telah diambil untuk mencegah penyebaran penyakit.

Sekolah, universitas dan bioskop telah ditutup dan beberapa acara publik dilarang.

Ada kekhawatiran bahwa wabah itu dapat menyebabkan negara itu mengalami resesi.

Beberapa gelaran di negara lain telah dibatalkan karena wabah tersebut.

Irlandia menunda pertandingan rugby dengan Italia di Dublin yang akan diadakan pada 7 dan 8 Maret.

Di kota Nice di Prancis, dekat perbatasan Italia, parade festival dan pertunjukan kembang api yang dijadwalkan pada akhir pekan dibatalkan.

Komisaris Kesehatan Uni Eropa Stella Kyriakides mengatakan kepada wartawan setelah bertemu dengan menteri kesehatan Italia di Roma: "Ini adalah situasi yang memprihatinkan, tetapi kita tidak boleh menyerah pada kepanikan.

"Masih banyak yang tidak diketahui tentang virus ini dan khususnya asalnya dan bagaimana penyebarannya."

Bagaimana dengan negara Eropa lainnya?

Pada hari Rabu, Austria, Kroasia, Yunani, Norwegia dan Swiss melaporkan kasus virus korona pertama mereka.

Kasus itu melibatkan orang-orang yang pernah ke Italia.

Lebih banyak kasus juga diumumkan di Spanyol, Prancis dan Jerman.

Aljazair dan Brasil juga melaporkan kasus pertama mereka.

Pasien positif virus corona di negara itu dilaporkan terinfeksi setelah pergi ke Italia.

Tak ada pembatasan di Iran

Sementara itu, Iran tidak memiliki rencana untuk melakukan lockdown , atau menutup akses dari dan ke kota-kota di Iran, meskipun penyebaran wabah virus corona baru di seluruh negeri.

Presidren Hassan Rouhani mengatakan pada sidang kabinet bahwa otoritas kesehatan akan melanjutkan "hanya karantina individu".

Para pejabat telah meminta orang untuk tidak pergi ke Qom, pusat wabah, tetapi belum menutup kuil di kota yang menarik jutaan peziarah Syiah.

Iran telah melaporkan 139 kasus dan 19 kematian dalam sepekan terakhir.

Negara ini juga menjadi sumber lusinan kasus di negara-negara tetangga, termasuk Afghanistan, Bahrain, Irak, Kuwait, Oman, dan Pakistan.

Seorang juru bicara kementerian kesehatan Iran mengumumkan pada hari Rabu bahwa Covid-19 kini telah terdeteksi di seluruh negeri.(*)

 Sumber : vivanews.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 30 Oktober 2019 - 08:13:10 WIB

    Waspada..! Banjir Akan Rendam 300 Juta Jiwa di Dunia pada 2050

    Waspada..! Banjir Akan Rendam 300 Juta Jiwa di Dunia pada 2050 LONDON, HARIANHALUAN.COM - Hasil riset terbaru yang dirilis di Nature Communication mengungkap bahwa 300 juta jiwa di seluruh dunia akan terdampak banjir pada 2050 akibat kenaikan permukaan air laut. Angkanya meningkat tiga k.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM