Mau Nyalip Truk dengan Aman Tanpa Tersenggol? Ini Tips dari Sopirnya


Kamis, 27 Februari 2020 - 11:15:12 WIB
Mau Nyalip Truk dengan Aman Tanpa Tersenggol? Ini Tips dari Sopirnya Ilustrasi

TANGERANG, HARIANHALUAN.COM - Truk memiliki dimensi besar yang memiliki titik buta atau blind spot bagi pengemudinya. Karenanya, banyak kecelakaan lalu lintas yang disebabkan sopir truk tidak melihat kendaraan lain di dekatnya karena terhalang titik buta tersebut.

Ada beberapa tips yang dibagikan para sopir truk agar pengendara lain tidak tersambar truk. Setidaknya dengan menghindari area titik buta alias blind spot.

Mengutip Federal Motor Carrier Safety Administration (FMCSA) titik buta ada di bagian depan truk itu sendiri atau jaraknya sekitar 20 kaki atau 6 meter dari moncong truk.

Titik buta kedua berada tepat di belakang truk, 30 kaki atau sampai 9 meter di belakangnya. Sedangkan titik buta ketiga berada di sisi kanan truk, tempat pengemudi berada. Posisinya sedikit tegak lurus, lalu diagonal ke belakang dengan sedikit menyerong.

Sementara titik buta keempat berada di sisi kiri truk, di mana sopir tak dapat melihat dengan jelas.

Hal ini juga diamini oleh salah satu sopir truk Ahmad Saiful Hanafi dari PT Alam Widjajatrans. Pria yang sudah berkecimpung menjadi sopir truk sejak tahun 1997 ini mengimbau agar pengemudi lain lebih sabar ketika berhadapan dengan armada truk besar.

"Kalau kita bawa truk besar melihat bagian depan (hidung truk-Red), pojok kiri dan kanan jelas nggak kelihatan," kata dia saat ditemui di sela-sela Extra Mile Challenge UD Trucks, BSD, Tangerang Selatan, Rabu (26/2/2020).

"Samping kiri terus terang nggak bisa kelihatan, sama kalau belok otomatis (karena truk-Red) panjang, istilah orang jawa (dikhawatirkan) nyamber (terserempet), pengendara lain harus kasih posisi, kasih jarak," ujar Ahmad.

"Ya imbauan dari saya kalau ada armada truk besar terutama ya, tolonglah kasih kesempatan dulu," jelas dia.

Pengemudi sopir truk lainnya, Achmad Darwilis dari PT Pertamina Patra Niaga mengimbau agar pengendara lain memberikan sinyal terlebih dulu bila hendak mendahului. Seperti klakson dan juga lampu sein.

"Sebelum melakukan overtaking, kasih kode tersebut, jangan setelah mendahului baru mereka klakson, jadinya kami tetap waspada," ujar Achmad dalam kesempatan yang sama.

"Kalau di depan tidak memungkinkan untuk menyalip, biasanya kami kasih sein ke kanan. Kalau kondisinya aman, biasanya kami kasih sein kiri atau menurunkan kecepatan supaya mereka bisa mendahului," jelas dia.

Namun sebelum menyalip, hal lain yang perlu diperhatikan ialah blind spot. Hal termudah yang bisa dilakukan adalah melalui spion truk. Bila kepala pengemudi truk terlihat dari kaca spion truk. Ini menandakan posisi motor tidak berada di titik buta bodi truk.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 08 Maret 2020 - 10:08:10 WIB

    Asap Knalpot Mau Dikenai Cukai, Ini Tanggapan Kemenperin

    Asap Knalpot Mau Dikenai Cukai, Ini Tanggapan Kemenperin JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Belum lama ini Menteri Keuangan Sri Mulyani mengajukan wacana industri otomotif dikenakan cukai berdasarkan tingkat emisinya. Wacana ini sedikit banyak bakal bersinggungan dengan Peraturan Pemerint.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM