Bentrokan di India! Pulang dari Masjid, Zubair Dipukuli Selusin Pemuda Hindu


Jumat, 28 Februari 2020 - 10:24:10 WIB
Bentrokan di India! Pulang dari Masjid, Zubair Dipukuli Selusin Pemuda Hindu Kelompok pro-Hindu memukuli seorang pria muslim Mohammad Zubair, saat bentrokan menentang undang-undang kewarganegaraan di New Delhi, India, 24 Februari 2020. Sebanyak 17 menigngal dan 150 orang lainnya terluka dalam bentrokan antara umat Hindu dan Muslim.Foto REUTERS/Danish Siddiqui-Tempo.co

NEW DELHI,HARIANHALUAN.COM- Seorang Muslim India, Mohammad Zubair (37 tahun)  menceritakan kronologis pengeroyokan dirinya oleh sejumlah pemuda Hindu, di New Delhi, India. Saat itu, Zubair tengah dalam perjalanan pulang dari sebuah masjid lokal di timur laut New Delhi.

Dilansir dari Gulf Today, Jumat (28/2), saat hendak pulang itulah, Zubair menemukan kerumunan besar dan ramai di jalan. Melihat itu, dia berbalik ke jalan bawah tanah untuk menghindari keributan. Namun nahas, hal itu justru berbuah petaka baginya.

Dalam hitungan detik, Zubair terpaksa meringkuk di tanah dikelilingi oleh lebih dari selusin pemuda yang mulai memukulinya dengan tongkat kayu dan batang logam. Darah pun mengalir dari kepalanya, menebarkan pakaiannya. Pukulan itu semakin intensif.

"Mereka melihat saya sendirian, mereka melihat topi saya, janggut, dan pakaian (Muslim). Mereka mengenali saya sebagai seorang Muslim," kata Zubair.

Saat itu, Zubair berpikir dirinya akan mati. Tak hanya membagikan kronologis pengeroyokan rasial dirinya sepulang dari masjid itu, Zubair juga menceritakan tentang peristiwa di rumah seorang kerabat di bagian lain ibu kota, di mana kepalanya sempat terbungkus perban akibat kekerasan rasial yang ia terima.

Serangan di siang hari itu bahkan tertangkap dalam foto dramatis Reuters. Di mana foto itu bergambar latar belakang ketegangan dan kekerasan terhadap Zubair, beberapa waktu lalu.

Di dekat daerah ibu kota India di mana hal itu terjadi, para pemrotes Muslim dan Hindu telah bertempur selama berjam-jam melintasi penghalang beton dan logam yang membagi jalan utama, melempar batu, dan bom bensin primitif.

Tetapi pemandangan massa yang berteriak slogan-slogan pro-Hindu tiba-tiba menyalakan seseorang yang tidak bersenjata, tampaknya karena ia seorang Muslim, adalah tanda bahwa ketegangan yang meningkat antara anggota dua agama dominan India mungkin sulit untuk ditahan.

Sebagaimana diketahui, keresahan di seluruh India dimulai pada  Desember tahun lalu dengan disahkannya undang-undang yang membuat non-Muslim dari beberapa negara tetangga memenuhi syarat untuk kewarganegaraan yang dilacak dengan cepat. Kebijakan ini sebuah langkah yang oleh banyak Muslim dikatakan sebagai kebijakan diskriminatif dan menandai pemutusan dari tradisi sekuler India.

Hal itu memicu pemeluk agama minoritas mudah dianiaya termasuk dari komunitas Hindu, Sikh, atau Kristen yang berhak mendapatkan kewarganegaraan. Namun mereka yang dari Islam tidak menikmati semua keuntungan yang sama.

Sebelum bentrokan di New Delhi, pekan ini, sbanyak 25 orang tewas dilaporkan tewas dalam pertempuran antara pemrotes dan polisi di seluruh negeri. 

Zubair yang tidak sadar akhirnya diseret ke tempat yang aman oleh sesama Muslim yang datang membantunya setelah melemparkan batu untuk membubarkan para penyerang. Zubair kemudian segera dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif.

"Saya berpikir saat itu bahwa saya tidak akan selamat dari ini. Yang teringat saat itu adalah Allah, Tuhanku," kenangnya. (*)

 Sumber : Republika.co.id /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM