Selain Jakarta, Dua Kota Lain di Indonesia juga Terancam Tenggelam 2050


Jumat, 28 Februari 2020 - 11:47:21 WIB
Selain Jakarta, Dua Kota Lain di Indonesia juga Terancam Tenggelam 2050 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Suhu global dan permukaan laut terus meningkat setiap tahun mengakibatkan kota-kota yang memiliki pantai mengalami banjir yang sangat dahsyat. Beberapa kota bahkan tenggelam karena meningkatnya permukaan laut yang perlahan-lahan merambah pantai mereka. 

Sementara yang lain tenggelam karena eksploitasi air tanah yang berlebihan sehingga menciptakan perubahan tekanan dan volume yang menyebabkan daratan tenggelam.

Melansir World Economic Forum, Jakarta menjadi kota yang paling berpotensi tenggelam. Permukaan tanah Jakarta disebut menurun hingga 6,7 inci per tahun karena pemompaan air tanah yang berlebihan. Sebagian besar kota Jakarta diprediksi tenggelam pada tahun 2050.

Selain Indonesia, sepuluh kota lain yang bakal tenggelam adalah Lagos, Houston, Dhaka, Venice, Virginia Beach, Bangkok, New Orleans, Rotterdam, Alexandria, dan Miami.

Juru Kampanye laut Greenpeace, Arisyah Nasution menuturkan pada umumnya kota-kota pesisir di Indonesia terancam kehilangan sejumlah daratan di wilayah pesisirnya secara permanen pada dua hingga tiga dekade mendatang.

Dia berkata ada empat faktor yang mempengaruhi wilayah pesisir seperti Jakarta akan tenggelam atau kehilangan sejumlah daratannya. Pertama, dia menyebut Jakarta dan kawasan pesisir akan tenggelam karena penurunan muka tanah (land subsidence).

"Kedua, perusakan ekosistem penting alami di pesisir laut terutama mangrove, terumbu karang,dan padang lamun (marine ecosystems destruction)," ujar Arifsyah kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/2).

Arifsyah menuturkan naiknya muka air laut dan pembangunan di kawasan pesisir yang tidak berkelanjutan, misalnya reklamasi juga menjadi dua penyebab lain yang membuat Jakarta dan sejumlah kawasan pesisir tenggelam.

Lebih lanjut, Arifsyah menyampaikan kota selain Jakarta yang mengalami ancaman tenggelam tahun 2050 adalah Semarang dan Surabaya. Pada umumnya, dia berkata, beberapa kota yang berada di Pantai Utara Jawa juga menghadapi ancaman serupa, seperti halnya Tegal dan Pekalongan.

"Kota lainnya di luar Pulau Jawa yang mengalami ancaman serupa 'tenggelam' adalah Banda Aceh. Baru-baru ini (Jan 2020) hasil riset yang dilakukan oleh TDMRC Unsyiah kembali menguatkan prediksi bahwa 3 persen dari wilayah Banda Aceh juga akan tenggelam permanen di 2050," ujarnya.

Di sisi lain, Arifsyah berkata  Indonesia juga saat ini secara umum menghadapi ancaman kehilangan sejumlah pulau-pulau kecilnya yang diperkirakan sekitar 2 ribu kilometer persegi.

"Berdasarkan data KKP tahun 2019, dia berkata sekitar 2.000 pulau kecil di Indonesia akan lenyap di tahun 2030," ujar Arifsyah.

Arifsyah menambahkan pemerintah Indonesia dan pihak terkait perlu melakukan pengkajian ulang dan menaati rencana tata ruang termasuk di kawasan pesisir yang mempertimbangkan pemulihan kualitas lingkungan hidup, pelestarian ekosistem, dan pengurangan risiko bencana.

Hal itu dinilai perlu untuk mengurangi dampak kerugian ekonomi dan sosial akibat tenggelamnya sebuah kota, perubahan iklim dan perusakan lingkungan.

"Jakarta dan kota-kota pesisir lainnya di Indonesia akan semakin cepat 'tenggelam' jika tidak ada upaya yang sungguh-sungguh menjalankan pengendalian pembangunan berdasarkan rencana tata ruang yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan," ujarnya.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 09 Februari 2020 - 21:27:11 WIB

    Hati-hati..! Selain Kelelawar dan Ular, Hewan Ini Diduga Juga Sebarkan Virus Corona

    Hati-hati..! Selain Kelelawar dan Ular, Hewan Ini Diduga Juga Sebarkan Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ilmuwan menduga wabah virus corona dari China bisa menyebar melalui perdagangan ilegal hewan atau konsumsi trenggiling. Trenggiling merupakan mamalia bersisik di dunia yang digunakan oleh orang Asi.
  • Jumat, 29 November 2019 - 15:02:03 WIB

    Selain Seks, 5 Penyebab Rusaknya Selaput Dara

    Selain Seks, 5 Penyebab Rusaknya Selaput Dara KESEHATAN, HARIANHALUAN.COM - Orang awam kerap menilai keperawanan berdasarkan keadaan selaput daranya. Jika sudah robek atau tak utuh lagi, maka dianggap sudah tidak perawan lagi. Hal ini bisa terjadi karena pada dasarnya, k.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM