Polisi Ringkus Pemasok Ribuan SIM Card untuk Akun Gojek 'Tuyul'


Sabtu, 29 Februari 2020 - 00:26:48 WIB
Polisi Ringkus Pemasok Ribuan SIM Card untuk Akun Gojek 'Tuyul' Polda Jatim tangkap pemasok SIM card untuk akun Gojek tuyul.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Polisi menangkap pemasok ribuan SIM card yang sudah teregistrasi data kependudukan, untuk digunakan pengguna aplikasi Gojek 'tuyul'. Dari penangkapan ini, baru diketahui jika data kependudukan yang digunakan untuk registrasi SIM card tersebut ternyata palsu.

Tersangka pemasok 8.850 SIM Card dengan data kependudukan palsu ini diketahui bernama Nafis Suhandak. Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi menyebut, penangkapan Nafis ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka sebelumnya, M Zaini (sebelumnya disebut Jaini).

"Hasil dari pengembangan ungkap kasus Gojek tuyul sebelumnya, kita kejar pemasok SIM card, dan hasilnya kita tangkap tersangka N. Dia juga warga Malang, sama dengan Z yang sebelumnya kita tangkap," ujarnya, Jumat (28/2).

Dari penangkapan Nafis ini, polisi kembali menyita barang bukti sebanyak 4.500 SIM card yang sudah teregistrasi dengan data KTP dan KK palsu orang lain. Tersangka sendiri mengaku mendapatkan kartu yang sudah teregistrasi tersebut dari orang lain.

Terkait dengan keterangan tersangka kedua ini, pihaknya pun masih berupaya melakukan pengembangan lebih lanjut. Sebab pemasok kartu tidak hanya berasal dari dalam Jatim, namun juga berasal dari luar.

"Kita akan terus kembangkan dan dalami keterangan tersangka ini. Untuk sementara kita sita sebanyak 4.500 SIM card dari tangan tersangka," pungkasnya.

Kombes pol Pitra menambahkan, kejahatan pemalsuan data SIM card ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab modus seperti ini juga rawan digunakan untuk aksi kejahatan lainnya, seperti menyebar berita hoaks saat Pilpres lalu.

"Perbuatan ini dampaknya luas, karena ini kaitannya dengan SIM card fiktif, ini juga bisa digunakan kegiatan lain. Misalnya saat Pilpres banyak hoaks," ungkapnya

Dalam kasus ini tersangka dijerat pasal 35 junto pasal 51 ayat (1) UU RI no 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 378 KUHP junto pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (h/*)

 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM