Tak Perlu Pakai Masker, Menkes Sebut Uangnya Bisa untuk Infrastruktur


Sabtu, 29 Februari 2020 - 07:22:34 WIB
Tak Perlu Pakai Masker, Menkes Sebut Uangnya Bisa untuk Infrastruktur Menkes RI, dr. Terawan

MALANG, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, masyarakat Indonesia tidak perlu panik dengan mewabahnya virus corona baru atau COVID-19. Apalagi, kata dia, sampai terus menggunakan masker setiap hari. Menurutnya, penggunaan masker adalah hanya untuk orang yang sakit. Sementara bagi orang sehat, tak perlu selama tidak ada yang sakit di sekitarnya.

Dia menegaskan, ketentuan itu adalah berdasarkan informasi dari World Health Organization (WHO) yang menyebutkan bahwa penggunaan masker diperuntukkan kepada orang-orang yang terinfeksi COVID-19. "Kita ikuti saja tata cara WHO, mereka mengatakan, yang sakit yang pakai. Yang sehat tidak perlu. Itu dari WHO, bukan saya mengarang sendiri," kata Terawan, Jumat (28/2).

Terawan kemudian melakukan hitung-hitungan terkait pengeluaran warga bila menggunakan masker. Menurutnya, bila seluruh masyarakat Indonesia menggunakan masker untuk menangkal virus corona, maka biaya yang akan timbul sangat besar. Ia menyebutkan, dengan harga masker per buah Rp2 ribu dan dipergunakan 200 juta masyarakat Indonesia. 

Menurutnya, jumlah pengeluaran per hari mencapai Rp400 miliar. Adapun selama kurun waktu sepuluh hari, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp4 triliun. Menurut Terawan, dana mencapai Rp4 triliun itu lebih baik digunakan untuk membangun infrastruktur ketimbang masker.

"Kalau penggunaan satu masker selama sepuluh hari yang akhirnya dibuang di tempat sampah, itu sudah Rp4 triliun. Dengan biaya tersebut, itu bisa membangun infrastruktur," ujarnya.

Untuk itu, kata Terawan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi virus yang menyebar pertama kali di Kota Wuhan, China, tersebut. Dia menilai, hak yang paling penting dalam menghadapi wabah itu adalah dengan bersikap rasional. Makin tidak rasional, kata dia, maka akan membuat negara seolah-olah tidak berdaya.

"Karena rasionalitasnya sudah hilang," lanjutnya dilansir Haluan.co dari Haluan Media Group.

Seperti diketahui, wabah virus corona terus menyebar ke sejumlah negara di dunia. Saat ini, jumlah korban meninggal akibat virus itu mencapai 2.858 orang, dengan jumlah infeksi mencapai 83.719 orang di seluruh penjuru dunia. Adapun di China, jumlah kasus mencapai 78.824 kasus, dan sebanyak 2.788 orang meninggal dunia. Sementara untuk pasien yang sembuh, tercatat sebanyak 36.436 orang.

Ada sekitar 50 negara yang telah melaporkan temuan kasus infeksi corona tersebut. Namun, Indonesia hingga saat ini dinyatakan masih belum ada temuan kasus infeksi. (*)

 Sumber : Haluan.co /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM