Ketika Iran dan Korea Selatan Jadi Negara Makin Mengkhawatirkan


Sabtu, 29 Februari 2020 - 08:05:19 WIB
Ketika Iran dan Korea Selatan Jadi Negara Makin Mengkhawatirkan ilustrasi Covid 19

INTERNASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Penyebaran virus corona (COVID-19) di Iran dan Korea Selatan (Korsel) semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, warga yang terinfeksi di kedua negara itu terus bertambah dan melumpuhkan sejumlah aktivitas. Otoritas Iran memutuskan untuk membatalkan salat Jumat di puluhan kota, termasuk ibu kota Teheran. 

Pembatalan ini diumumkan di tengah semakin merebaknya wabah virus corona di negara itu. Seperti dilansir Press TV, Jumat (28/2), Dewan Pembuat Kebijakan Salat Jumat Iran dalam pernyataannya mengumumkan pembatalan salat Jumat di sedikitnya 23 kota, termasuk Teheran, Qom -- yang menjadi pusat wabah virus corona, Mashhad dan sejumlah wilayah lainnya.

Disebutkan Dewan Pembuat Kebijakan bahwa ibadah salat Jumat tidak akan digelar di beberapa kota yang telah ditetapkan sebagai 'titik-titik' sensitif oleh para Gubernur dan dekan universitas medis setempat melalui pernyataan-pernyataan tertulis. Kepala Kantor Urusan Salat Jumat Teheran, Baqer Pishnamazi, menyatakan Dewan Pembuatan Kebijakan akan segera merilis pernyataan menyangkut ibadah salat untuk beberapa pekan ke depan. 

Disebutkan bahwa masih belum diputuskan apakah salat Jumat untuk beberapa pekan ke depan masih akan digelar atau tidak. Diketahui, Kota Qom yang menjadi tujuan para peziarah muslim dari berbagai dunia, disebut sebagai pusat penyebaran virus corona di negara ini. 

Para pakar mengkhawatirkan Iran mungkin menyembunyikan jumlah kasus dan korban meninggal akibat virus corona, merujuk pada penyebaran luas yang terjadi di Iran dan negara-negara sekitarnya. Sebagai contoh, Iran masih belum mengonfirmasi kasus apapun di kota Mashhad, padahal diketahui sejumlah kasus virus corona di Kuwait terkait dengan kota tersebut. 

Sementara jumlah pasien virus corona di Iran bertambah menjadi 245 orang, setelah otoritas kesehatan Iran mengumumkan 106 kasus baru. Sejauh ini, sedikitnya 26 orang meninggal akibat virus corona di wilayah Iran. Seperti dilansir Associated Press dan media lokal Iran, Press TV, otoritas Iran menyatakan pihaknya telah memulai upaya pencarian secara luas untuk mengidentifikasi orang-orang yang terinfeksi virus corona. 

Hingga Jumat (28/2) waktu setempat, sebanyak 15 laboratorium akan melakukan diagnosis terhadap para pasien 'suspect' virus corona.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, dalam pernyataannya menyebut bahwa jumlah laboratorium tersebut akan bertambah menjadi 22 laboratorium dalam sepekan ke depan dan bahkan bisa mencapai 40 laboratorium nantinya.

Jahanpour menyebut bahwa peningkatan jumlah laboratorium itu telah membantu mengidentifikasi 106 kasus baru sejak Rabu (26/2) waktu setempat. Dilaporkan juga adanya tujuh kematian baru akibat virus corona di wilayah Iran. "Oleh karena itu, ada total 245 orang di negara ini, yang ditemukan telah terinfeksi virus dan sejauh ini 26 orang telah kehilangan nyawa mereka karena infeksi virus ini," sebut Jahanpour dalam pernyataannya.

Ditambahkan Jahanpour bahwa sebagian besar korban meninggal berusia di atas 60 tahun dan menderita penyakit kronis lainnya, atau mengkonsumsi obat yang memperlemah sistem imunitas mereka. Di antara kasus baru yang dilaporkan Iran, sekitar 38 orang di antaranya ada di Teheran, 23 orang ada di Provinsi Gilan dan delapan orang lainnya ada di Provinsi Isfahan. Masing-masing tujuh orang ada di kota Qom dan Provinsi Mazandaran, sedangkan lima orang ada di wilayah Provinsi Ardabil.

Lebih lanjut, Jahanpour mengimbau warga Iran untuk mengurangi perjalanan ke kota lainnya dan menghindari acara-acara yang dihadiri banyak orang, yang bisa berkontribusi pada penyebaran virus corona. Otoritas kesehatan Iran juga mengumumkan bahwa puluhan pasien virus corona telah dipulangkan dari rumah sakit usai dinyatakan sembuh.

"Di Qom dan provinsi-provinsi lainnya, termasuk Teheran dan Gilan, lebih banyak orang dengan virus corona dan orang-orang yang diduga terinfeksi penyakit ini telah dipulangkan dari rumah sakit setelah menyelesaikan perawatan," ucap Jahanpour.

Namun penerbangan dari dan ke China yang menjadi pusat wabah virus corona, dan Afghanistan yang juga mendeteksi kasus pertamanya pekan ini, tetap beroperasi, dan perbatasan darat mereka dengan Pakistan juga tetap dibuka. "Divisi Penerbangan telah memutuskan untuk menghentikan semua penerbangan langsung antara Pakistan dan Iran," kata juru bicara otoritas penerbangan sipil, Abdul Sattar Khokhar seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (28/2).

Sedangkan di Korsel, Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia dan kantor Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) di Seoul, Korea Selatan (Korsel), ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona. "Kantor KBRI dan IIPC Seoul tutup sementara mulai hari Jumat, tanggal 28 Februari 2020, sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian," ujar Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi melalui keterangan pers.

Untuk jumlah pasien virus corona di wilayah Korsel, sudah melampaui 2.000 orang. Otoritas Korsel baru saja melaporkan 256 kasus baru pada Jumat (28/2) pagi waktu setempat. Seperti dilansir kantor berita Yonhap News Agency, Jumat (28/2/2020), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KCDC) menyatakan bahwa total 2.022 orang positif terinfeksi virus corona di Korsel hingga Jumat (28/2) pagi waktu setempat.

Dari 256 kasus baru yang dilaporkan pada Jumat (28/2) pagi waktu setempat, sebanyak 182 kasus di antaranya ada di wilayah Daegu. Sekitar 49 kasus lainnya ada di wilayah Provinsi Gyeongsang Utara. Kemudian sekitar enam kasus lainnya ada di ibu kota Seoul. Pada Jumat (28/2) sore waktu setempat, otoritas Korsel melaporkan adanya 315 kasus baru. 

Sejauh ini, sudah 571 kasus baru corona yang dilaporkan di negeri itu dalam sehari.Angka ini telah melampaui jumlah 327 kasus baru di China dalam sehari. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, KCDC menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (28/2), hingga saat ini, sudah 2.337 orang yang dinyatakan positif corona di negeri itu. (*)

 Sumber : dari berbagai sumber /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM