Benarkah Virus Corona Sudah Sampai Jakarta? 32 Orang Dalam Pengawasan, 115 Orang Dipantau


Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:14:18 WIB
Benarkah Virus Corona Sudah Sampai Jakarta? 32 Orang Dalam Pengawasan, 115 Orang Dipantau Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah DKI Jakarta menepis ada pasien virus corona di Jakarta. Sebab beredar data kasus COVID-19 atau virus corona dalam sebuah slide penjelasan Dinas DKI Jakarta.

Data slide itu menjelaskan ada 22 persen kasus virus corona di Jakarta. Persentase itu dari 147 kasus.

Dalam slide itu digambakan 32,22 persen kasus dilakukan pengawasan dan diberi tanda warna merah. Atau ada 32 orang yang dilakukan pengawasaan karena virus corona. Sementara ada 115 atau 78 persen yang dalam pemantauan.

Di Jakarta Pusat ada 5 orang, Jakarta Utara 5 orang, Jakarta Barat 4 orang, Jakarta Selatan 7 orang, Jakarta Timur 5 orang dan di Luar Jakarta 6 orang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta membenarkan ada slide persentasi itu. Hanya saja, DKI memastikan tak ada pasien penderita COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta berdasarkan hasil tes laboratorium

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti sendiri sudah melihat slide itu. Menurut dia, slide itu tidak menjelaskan secara benar dan utuh isi paparan.

"Pada slide tersebut yang dimaksudkan dengan “kasus COVID-19” adalah menunjukkan pasien dengan dugaan awal COVID-19, karena memiliki gejala dan riwayat perjalanan dari negara terjangkit. Namun pemeriksaan sampel di Litbangkes Kementerian Kesehatan RI menunjukkan hasil negatif COVID-19 di DKI Jakarta," ujar Widyastuti dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/2/2020).

Widyastuti menyebut hingga saat ini terdapat 115 orang dalam pemantauan dan 32 pasien dalam pengawasan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE), tersebar di 5 wilayah Kota Administrasi di DKI Jakarta dan luar DKI Jakarta," ucap dia.

Tak hanya itu, pihaknya kata Widyastuti terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan instansi terkait dalam melaksanakan pengawasan dan pemantauan.

Ia juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan tak mudah percaya dengan adanya berita hoaks.

"Kami berharap agar masyarakat tak perlu cemas dan tidak mudah percaya dengan beredarnya pemberitaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat perlu cross check lagi untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang diterima," katanya.(*)

 Sumber : suara.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 24 Maret 2020 - 00:44:23 WIB

    Benarkah Ini Foto Dokter Hadio yang Wafat Terinfeksi Corona?

    Benarkah Ini Foto Dokter Hadio yang Wafat Terinfeksi Corona? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dokter Hadio Ali Khazatsin SpS dari Ikatan Dokter Indonesia Jakarta Selatan wafat usai terinfeksi virus corona..
  • Jumat, 28 Februari 2020 - 21:46:23 WIB

    Umroh Akan Kembali Dibuka Setelah 14 Hari, Benarkah..?

    Umroh Akan Kembali Dibuka Setelah 14 Hari, Benarkah..? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Jakarta - Keputusan Arab Saudi menghentikan sementara umroh dan kunjungan ke Madinah membuat geger dunia. Namun kabarnya larangan akan segera dicabut setelah 14 hari..
  • Rabu, 26 Februari 2020 - 12:32:09 WIB

    Grab dan Gojek Merger, Benarkah?

    Grab dan Gojek Merger, Benarkah? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dua aplikasi transportasi online, Grab dan Gojek dikabarkan tengah melakukan pembicaraan terkait dengan rencana merger perusahaan..
  • Senin, 17 Februari 2020 - 08:22:56 WIB

    Benarkah Jokowi Langsung Lengser jika Datang ke Kediri?

    Benarkah Jokowi Langsung Lengser jika Datang ke Kediri? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berkunjung ke Kediri, Jawa Timur. Alasannya agar Presiden Jokowi tidak dilengserkan. Apa hubungannya?.
  • Jumat, 07 Februari 2020 - 22:28:47 WIB

    Benarkah Ada yang Ingin Menghancurkan Nama Ustaz Abdul Somad?

    Benarkah Ada yang Ingin Menghancurkan Nama Ustaz Abdul Somad? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tidak hanya pujian, cacian kerap sampai ke telinga Ustaz Abdul Somad. Hal itu disebut ada yang merencanakan agar nama UAS hancur. Benarkah?.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM