Viral..! Mahasiswi UI Alami Pelecehan Seksual di Kampus, Begini Cerita Lengkapnya


Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:20:11 WIB
Viral..! Mahasiswi UI Alami Pelecehan Seksual di Kampus, Begini Cerita Lengkapnya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Seorang mahasiswi Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, yang namanya minta dirahasiakan mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya di lingkungan kampus. Dia mengaku mengalami pelecehan seksual.

Mahasiswi UI itu menjadi viral setelah menceritakan kisahnya di Twitter melalui akun dengan nama @unrili. Hingga saat ini tweet yang diunggahnya pada 26 Februari 2020 itu sudah diretweet ratusan kali.

"GUA DI HARRAS DI DEKET FIB DAN SANGAT KECEWA DENGAN PIHAK PLK UI KARNA NGEBIARIN ORANG-ORANG NYA, BUAT NGINDARIN MASALAH," tulisnya.

Wolipop pun mengonfirmasi kisah tersebut pada sang mahasiswi secara langsung. Mahasiswi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI itu menceritakan pelecehan seksualnya secara lengkap hingga bagaimana respons pihak kampus.

"Pada Rabu (26/2/2020) sekitar jam 17.20 wib, cuacanya masih terang lingkungan kampus juga masih ramai. Posisinya saya baru saja pulang dari FIB ada beberapa pintu keluar gitu. Dan saya lewat yang pintu keluar yang ada portalnya. Terus gak jauh darisitu ada persimpangan di pintu keluar yang mau ke Pusat Studi Jepang (PSJ)," ungkap Mahasiswi UI tersebut saat diwawancara Wolipop, Jumat (28/2/2020).

Saat baru keluar dari kampusnya, dia melihat sekumpulan pria yang ada di dekat pintu keluar kampus. Tanpa berpikiran negatif, mahasiwi UI ini berjalan dan melalui para pria tersebut. Tak terduga, salah satu dari pria tersebut menyentuk pundaknya.

"Nah, orang-orang yang nge-harassment saya ada beberapa orang cuma yang menyentuh saya satu orang. Mas-mas yang sudah terlihat berusia 30 tahun ke atas dan bukan mahasiswa. Ada yang pake kemeja pendek ada yang kaus dan memakai celana panjang," kata Mahasiswi UI itu dengan detail.

"Nah pas sebelum saya sampai di halte ke jalan besarnya, mereka ngobrol gitu kan, mereka ada di sekitar saya gitu mengelilingi saya. Satu di depan saya, terus satu lagi belakang dan ada di samping saya. Bener-bener ada di sekitar saya banget. Jadi kalau mereka bicara atau ngobrol ya saya dengar," lanjutnya.

Mahasiswi UI ini menuturkan, dia sebenarnya tak menghiraukan sekumpulan pria tersebut karena sedang berjalan menuju Stasiun UI sambil memegang handphone. Namun dia kemudian merasa terkejut saat sekumpulan pria tersebut mengucapkan kata-kata berbau pelecehan sambil tertawa bersama-sama.

"Terus tiba-tiba pas mau ke arah jalan besar gitu, mereka ngomong begini saya dengar, 'Besok jangan lupa bawa sempak ya.' Sambil ketawa-ketawa. Terus saya nggak peduli sih pas disitu. Cuma tiba-tiba mereka ngomong begini, 'Bra, Bra jangan lupa bawa ya.' Karena saya di situ nggak terlalu peduli-peduli amat walaupun sudah mulai terganggu karena mereka segerombolan laki-laki gitu bersorak. Terus nggak lama dari situ, salah satu dari mereka ada yang memegang pundak saya," tuturnya lagi.

Mahasiwi UI ini pun kaget dan merasa risih karena tiba-tiba salah satu dari pria tersebut memegang pundaknya. "Pas saya digituin langsung saya kaget dan nengok langsung ketakutan. Terus saya melihat mereka lagi senyam-senyum gitu. Terus saya jalan cepat nggak lari, cuma saya masih nengok ke belakang buat mastiin. Pas saya cabut mereka masih ketawa-ketawa juga. Setelah saya perhatikan ternyata mereka melewati jalan yang sama. Kebetulan di ujung jalan pos itu ada pos jaga Pelayanan Lingkungan Kampus (PLK) UI," jelas wanita itu seraya menambahkan pada saat itu dia merasa gemetaran.

Melihat ada pos keamanan, dia memutuskan melaporkan perilaku sekumpulan pria, supaya mereka bisa diamankan. Dia pun menceritakan kronologis kejadian yang telah dialaminya pada petugas keamanan.

"Saya menceritakan bahwa saya mengalami pelecehan. Saya tunjuk orangnya yang mana, terus mereka diamankan. Nah, mereka malah ngebela diri dan tidak mengakui perbuatannya. Saya ngomongnya sambil gemeteran. Mereka tidak mengakui dan berkata jika orang yang memegang saya bukan salah satu dari mereka. Padahal saya masih inget persis yang megang saya itu salah satu dari mereka. Masih orang-orang yang sama dan gerombolan yang sama," geram Mahasiswi UI itu.

Kesal dengan perkataan pria yang tak mau mengakui tindakan pelecehan seksual itu, sang mahasiswi pun emosi. Kemarahannya ini kemudian menarik perhatian orang-orang di sekitar Stasiun UI.

"Beberapa orang di situ ngeliat saya ngamuk-ngamuk karena saya nggak terima. Tadinya orang PLK menyuruh untuk damai, cuman saya nggak mau damai. Dia juga sempat minta maaf dan mengulurkan tangan, saya nggak mau," ungkap mahasiswi UI itu.

Wanita 19 tahun itu mengatakan salah satu PLK kemudian menawarkan agar kasus pelecehan seks tersebut ditindak lanjuti oleh bidang kemahasiswaan. Dan ia pun menyetujuinya.

"Habis itu karena saya kesal dan curhat di Twitter, terus tiba-tiba viral. Tapi setelahnya saya mendapatkan perhatian yang sangat besar dari Universitas. Berita itu jadi naik ke Universitas. Karena setelah kejadian itu ternyata ada anak FISIP UI, mereka melaporkan kejadian tersebut kepada kemahasiswaan FISIP UI. Dan dari kemahasiswaan FISIP langsung announce ke kemahasiswaan saya FIB," tuturnya.

Berita mengenai pelecehan itu akhirnya terdengar sampai ke telinga direktur kemahasiswaan UI. Pihak kampus UI pun langsung bertindak cepat menangani kasus tersebut.

"Beliau memfasilitasi saya dan membiarkan saya nyaman dengan segala keputusan saya. Dilanjutkan atau nggaknya. Bahkan saya dilindungi oleh FIB, sepanjang saya di lingkungan universitas. Saya mau pergi ke lingkungan yang agak jauh dari FIB, saya bisa langsung telpon PLK-nya. Ya saya benar-benar dilindungi bahkan saya diberikan fasilitas kamar asrama karena saya merasa bahwa kostan saya belum cukup aman untuk saya tinggalkan dulu karena informasi dari luar katanya pelakunya tinggalnya tidak jauh dari kostan saya. Karena mereka kan aslinya orang dari luar daerah bukan orang UI. Sedang melakukan kegiatan di UI dan hanya sementara," ucap wanita itu dengan haru.

Mahasiswi UI ini pun merasa pihak kampus sangat mendukung apapun keputusannya dan tidak melakukan intimdasi apapun. "Mereka sama sekali tidak mengintimidasi saya. Dan memberikan segala opsi dan advokasi soal konseling. Jadi lingkungan universitas saya mendukung dan juga berita ini sampai ke program urgent untuk perbaikan sistem dan SOP di lingkungan universitas juga. Setelah itu bahkan universitas mengeluarkan buku saku untuk kekerasan seksual," katanya.

Setelah kisah pelecehan yang ditulisnya di Twitter viral, mahasiswi UI itu mengaku menerima beragam komentar. Ada yang mengatakan jika kampusnya sedang memulihkan nama baik dan pencitraan. Dia pun merasa perlu meluruskan tuduhan tersebut.

"Dan yang membuat saya agak terganggu sekarang sebenarnya respon orang di sosial media sebagian dari mereka mendukung saya dan tetapi ada juga yang menuduh universitas mencoba untuk memperbaiki citra. Padahal sebetulnya saya dibantu universitas sebesar ini, saya sudah senang dan bersyukur. Dan menghormati semua keputusan saya," pungkasnya.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]