Korban Tewas Sudah 42 Orang, Erdogan:  Umat Islam India Dibantai!


Sabtu, 29 Februari 2020 - 12:12:33 WIB
Korban Tewas Sudah 42 Orang, Erdogan:  Umat Islam India Dibantai! Para warga Muslim di New Delhi, India, salat Jumat di atas masjid yang dibakar. Foto/REUTERS

NEW DELHI,HARIANHALUAN.COM-Jumlah korban tewas dalam konflik umat Muslim dan Hindu di India bertambah dari 38 menjadi 42 orang. 
Angka kematian terbaru itu dilaporkan media-media setempat, Sabtu (29/2/2020). 

Sejumlah tokoh, salah satunya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengecam kekerasan komunal di negara itu dengan menyebut umat Islam di sana dibantai.

"India sekarang telah menjadi negara di mana pembantaian tersebar luas. Pembantaian apa? Pembantaian umat Islam. Oleh siapa? Orang Hindu," kata Erdogan dalam pidatonya di Ankara.

Erdogan menuduh gerombolan massa menyerang Muslim dan melukai anak-anak yang belajar di pusat-pusat pembelajaran pribadi dengan tongkat logam seolah-olah akan membunuh mereka.

“Bagaimana orang-orang ini memungkinkan perdamaian global? Itu tidak mungkin. Ketika berpidato—karena mereka memiliki populasi yang besar—mereka mengatakan 'kami kuat' tapi itu bukan kekuatan," ujar Erdogan.

Konflik antara kelompok Muslim dan Hindu itu bermula dari protes damai kelompok Muslim terhadap Citizen Amandement Act (CAA) atau Undang-Undang Perubahan Kewarganegaraan. Protes damai kelompok Muslim penentang CAA berubah menjadi kerusuhan ketika kelompok Hindu garis keras pendukung CAA menyerang demonstran Muslim dan membakar Masjid Ashok Nagar di New Delhi.

Menurut para petugas, polisi masih mencari saluran air dan rumah-rumah yang dibakar untuk menemukan jasad-jasad korban. 

Mengutip laporan The India Express, polisi menyiapkan daftar sekitar 250 korban—meninggal dan luka—dan satu dari setiap tiga korban terlihat terluka oleh peluru.

Polisi sedang menyelidiki bagaimana begitu banyak perusuh mendapatkan akses senjata.

Polisi India mengklaim telah menangkap 514 orang karena kekerasan agama yang mematikan di Ibu Kota India, New Delhi.

Pada hari Jumat, umat Islam di lingkungan timur laut New Delhi kembali ke masjid yang dibakar untuk salat Jumat.

"Jika mereka membakar masjid kami, kami akan membangun kembali dan salat. Ini adalah hak agama kami dan tidak ada yang bisa menghentikan kami dari mempraktikkan agama kami," kata Mohammad Sulaiman, yang ada di antara sekitar 180 pria yang salat di atap masjid yang telah dibakar dalam kerusuhan. (*)

 Sumber : Sindonews.com /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM