Gubernur Sumbar: NU Sudah Mendarah Daging di Sumbar


Sabtu, 29 Februari 2020 - 20:29:40 WIB
Gubernur Sumbar: NU Sudah Mendarah Daging di Sumbar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat melantik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Sumbar masa khidmat 2019-2024 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kota Padang, Sabtu (29/2/2020).

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menuturkan bahwa Sumbar memiliki banyak jemaah NU, namun belum banyak secara jam'iyyah. Hal ini dapat dilihat ketika melakukan perjalanan ke berbagai daerah saat safari Ramadhan beberapa tahun belakangan ini, banyak ditemukan masyarakat yang melakukan ibadah dengan pendekatan cara ibadah NU.

"Ini fakta bahwa NU banyak di Sumbar, semakin solid dan kuat semakin kuat juga kami sebagai pemerintah, sudah mendarah daging NU di Sumbar," kata Irwan Prayitno, Sabtu (29/2/2020).

Sejak berdirinya NU di republik ini, kata Irwan Prayitno, pemerintah sudah sangat dekat dengan NU. Berbagai zaman dilewati seperti saat orde lama maupun orde baru sampai saat ini. Menurut dia, NU memiliki pemahaman dengan melakukan pendekatan kepada pemerintah. Siapa saja yang menjadi pemimpin pemerintahan maka itulah didukung.

"Walaupun NU selalu memberikan kritik terhadap pemerintah, namun NU selalu bersama pemerintah. Bahkan NU tidak pernah dikenal menjadi oposisi terhadap pemerintah. Inilah hebatnya NU yang selalu mendukung setiap kebijakan kesejahteraan masyarakat, tidak perlu diragukan lagi," sebut Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno berharap, agar setiap anggota NU meresapi nilai-nilai NU dan menjadikannya untuk berjihad dalam bidang kehidupan masing-masing. Islam memiliki nilai untuk memajukan semua kegiatan NU.

"NU merupakan ormas yang hidup dalam tingkat grass root atau akar rumput. Bukan pada tataran elit. Saya melihat kehidupan NU nampak pada pesantren, sekolah, dan madrasah, dan lainnya," ujarnya.

Selanjutnya, Irwan menyampaikan, bahwa NU sebagai ormas terbukti sampai hari ini juga tetap bertahan hingga 94 tahun. Hal itu menunjukan gerakan dan bertahan karena sunatullah.

"Kalau melanggar pasti hilang dengan sendirinya, tetapi NU terbukti tetap mengikut sunatuullah, insyaallah habisnya nanti sampai hari kiamat," tuturnya. (*)

 Sumber : Rilis /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM