Jadi PM Baru Malaysia, Ini Sosok Muhyiddin Yassin


Ahad, 01 Maret 2020 - 02:10:59 WIB
Jadi PM Baru Malaysia, Ini Sosok Muhyiddin Yassin Foto: Mohd RASFAN/AFP

KUALA LUMPUR, HARIANHALUAN.COM -- Muhyiddin Yassin ditunjuk sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru. Siapakah sosok Muhyiddin?

Muhyiddin orang yang dikenal low profile. Muhyiddin merupakan mantan pendukung partai Muslim di Malaysia. Kini ia menjadi Ketua Partai Bersatu. 

Dia berhasil mengalahkan Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim dengan membentuk aliansi partai-partai yang didominasi oleh mayoritas Muslim Melayu di negara itu. 

Muhyiddin juga dianggap sebagai nasionalis Melayu dan ia pernah menggambarkan dirinya sebagai 'Melayu pertama'. 

"Dia seorang administrator yang cakap," kata Bridget Welsh, seorang ahli Malaysia dari University of Nottingham, mengatakan kepada AFP.

Tetapi dia menambahkan Muhyiddin adalah 'pria tanpa mandat'. Muhyiddin adalah menteri dalam negeri saat di tengah gejolak politik. Dia berasal dari negara bagian selatan Johor.

Pada tahun 1971 lalu, ia bergabung dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), pemimpin koalisi yang memerintah Malaysia selama enam dekade hingga kekalahannya dua tahun lalu.

Dia adalah menteri utama Johor, dan kemudian bertugas di pemerintah pusat termasuk sebagai menteri olah raga dan menteri pendidikan sebelum ditunjuk sebagai wakil perdana menteri pada 2009 ketika Najib Razak menjadi perdana menteri.

Dipecat dari 1MDB

Namun dia kemudian berselisih dengan Najib setelah mengkritiknya atas penanganan skandal multi-miliar dolar yang dikaitkan dengan dana negara 1MDB (Malaysia Development Berhad), dan dipecat pada 2015.

Najib dituduh korupsi dari 1MDB, tuduhan yang berkontribusi terhadap kekalahan dalam pemilihan umum koalisi 2018, dan saat ini sedang diadili.

Muhyiddin kemudian bergabung dengan partai Bersatu, sebuah kendaraan politik yang didirikan oleh Mahathir, dan membantu mengusir Najib dan UMNO dari kekuasaan.

Welsh menilai Muhyiddin orang yang sangat religius, lebih pendiam dan kurang karismatik daripada beberapa politisi Malaysia lainnya.

Masih ada yang khawatir bahwa komentar kontroversialnya tentang ras dapat memperburuk hubungan yang sudah tegang antara berbagai kelompok etnis dan agama di negara itu. Sekitar 60 persen populasi Malaysia adalah Muslim tetapi negara ini juga merupakan rumah bagi etnis Tionghoa dan etnis minoritas India, yang biasanya tidak mengikuti Islam.

Koalisinya kemungkinan mengandalkan statusnya sebagai nasionalis Melayu untuk memenangkan suara dengan kelompok mayoritas negara itu.

Pemerintahan sebelumnya dituduh gagal melindungi hak-hak istimewa orang Melayu -yang berkisar dari akses yang lebih baik ke pekerjaan pemerintah dan diskon properti- dan terlalu dipengaruhi oleh politisi etnis Tionghoa. (*)

 Sumber : Detik /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM