Ini Deretan Negara Asia yang Belum Terpapar Corona


Ahad, 01 Maret 2020 - 11:37:55 WIB
Ini Deretan Negara Asia yang Belum Terpapar Corona Banyak negara yang tak percaya Indonesia belum punya satu pun kasus infeksi virus corona (Covid-19). Selain Indonesia berikut negara yang belum terpapar.(Chinatopix Via AP)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Penyebaran infeksi virus corona (Covid-19) semakin mengkhawatirkan dunia. Virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Provinsi Hubei, China itu sudah menyebar luas sampai ke Eropa, Amerika, hingga wilayah Afrika bagian utara.

Dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip CNNIndonesia.com, Minggu (1/3), virus corona ini sudah terdeteksi di 57 negara. Totalnya ada 85.641 orang terjangkit Covid-19, di mana 2.933 orang meninggal dunia dan 39.485 orang berhasil sembuh.

Sabtu (29/2) WHO pun menaikkan tingkat ancaman virus corona ini hingga ke level maksimum setelah penyebarannya  terdeteksi hingga Afrika dan berdampak luas terhadap kondisi perekonomian dunia.


Sejauh ini, China menjadi negara yang paling banyak warganya terkena virus corona, dengan 79.394 kasus dan 2.838 orang di antaranya meninggal dunia.

Meskipun demikian, dari data milik WHO, terdapat sejumlah negara yang dilaporkan belum terpapar virus corona. Seperti di wilayah Asia, beberapa negara belum ada laporan terjangkit virus tersebut.

Indonesia menjadi salah satu negara di Asia yang belum melaporkan ada pasien positif terkena virus corona sampai saat ini. Meskipun terdapat sejumlah pasien suspect yang telah menjalani perawatan, dan hasilnya negatif terinfeksi virus corona.

Seorang pasien di RSUP Dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, sempat menunjukkan tanda-tanda terinfeksi virus corona. Misalnya, demam tinggi dan sesak napas. Setelah dilakukan perawatan, pasien meninggal dunia.

Sebelumnya pasien suspect tersebut disebut-sebut mengalami bronkopneumonia.  Hanya saja, setelah dilakukan klarifikasi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan pasien yang meninggal itu karena flu babi atau virus H1N1 dan negatif virus corona.

Kasus lainnya adalah jejak perjalanan beberapa warga negara asing (WNA) yang dinyatakan positif virus corona dan yang bersangkutan pernah berada di Indonesia.
Tak muncul kasus warga positif terjangkit virus corona, sejumlah pihak sangsi kepada Indonesia. Seperti Perdana Menteri Australia Scott Morrison yang meragukan apakah Indonesia benar-benar bebas dari Covid-19.

"Saya tidak bermaksud [tidak sopan]. Indonesia memiliki sistem kesehatan yang berbeda dengan Australia. Dan kami memiliki kapasitas yang berbeda untuk memberikan jaminan tersebut," kata Morrison.

Keraguan sejumlah pihak, termasuk PM Australia itu bukan tanpa alasan. Saat ini Indonesia dikelilingi oleh negara yang sudah melaporkan kasus pasien positif virus corona. Seperti Australia sendiri, Malaysia, Singapura, Thailand, serta Filipina.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia.

"Sekarang Indonesia menjadi salah satu negara yang masih nol (corona). Coba kalau ada di mana itu virus corona," ujarnya.

Meskipun demikian, Indonesia kini sedang mengobservasi 188 WNI, anak buah kapal (ABK) World Dream di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. Selain itu 68 WNI di kapal Diamond Princess direncanakan akan menjalani observasi di Pulau Sebaru Kecil.

Selain Indonesia, Korea Utara negara lainnya di Asia yang juga belum melaporkan kasus pasien positif virus corona. Sementara negara di sekitarnya, China, Korea Selatan, hingga Jepang sudah terserang virus yang salah satu efeknya membuat sesak napas.

Negara komunis ini telah menutup perbatasan dan melarang masuk turis asing dari China untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pada 30 Januari 2020 lalu, media pemerintah KCNA melaporkan bahwa Korut mengumumkan keadaan darurat dan mendirikan tempat untuk mengontrol epidemi di seluruh negeri.

Sejumlah pihak menyangsikan klaim belum ada kasus virus corona di Korea Utara. Profesor Universitas Korea Selatan Nam Sung-wook yang juga bertugas sebagai Kepala Lembaga Penelitian Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, mengatakan sangat mungkin virus itu ada di Korut.

"Sangat mungkin ada seseorang yang terinfeksi di sana, negara dengan total penduduk 25 juta orang," katanya.

Dilaporkan pada 14 Februari 2020 lalu, seorang pejabat yang baru saja kembali dari China ditembak mati karena nekad pergi ke pemandian umum meskipun masih dalam masa karantina.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah bersumpah akan menindak berdasar hukum militer bagi siapapun yang meninggalkan lokasi karantina tanpa izin.

Kim Jong-un juga mengancam para pejabat tinggi partai akan mendapat konsekuensi serius apabila virus corona sampai masuk ke negara tersebut. Kim mengeluarkan peringatan itu pada pertemuan Partai Buruh baru-baru ini. Menurutnya mencegah virus corona adalah hal penting untuk melindungi warga negara, sehingga  memerlukan kedisiplinan tinggi.

"Jika penyakit menular itu masuk ke Korea Utara dan tidak terkendali, akan ada konsekuensi serius," kata Kim.

Arab Saudi juga belum melaporkan kasus warganya positif terjangkit virus corona. Saudi menjadi salah satu negara di Timur Tengah yang masih 'bersih' dari virus yang pertama kali menyebar dari wilayah China Daratan.

Negara tetangga Saudi dilaporkan sudah terdapat pasien positif terjangkit virus corona, seperti Kuwait, Irak, Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga Oman.

Untuk antisipasi penyebaran virus corona itu, Saudi langsung mengambil tindakan tegas. Pemerintah Saudi menghentikan sementara visa umrah di tengah merebaknya wabah corona.

Aturan penangguhan ini membuat peziarah tak bisa mengunjungi Masjid Nabawi, Madinah dan Masjidil Haram, Mekkah untuk sementara waktu. Penangguhan visa juga berlaku bagi wisatawan yang berasal dari negara-negara yang termasuk dalam daftar 'berbahaya' penyebar virus corona.

Saudi membuat daftar 23 negara yang warganya dilarang untuk masuk ke negara tersebut, termasuk Indonesia. Kebijakan Saudi ini pun berdampak langsung terhadap masyarakat Indonesia yang akan ibadah umrah sejak 27 Februari sampai waktu tak ditentukan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi protes terhadap Saudi yang memasukkan Indonesia dalam daftar negara terlarang 'berbahaya' penyebar virus corona Covid-19. Retno menyatakan bahwa sampai saat ini Indonesia masih bebas dari virus corona jenis baru tersebut.

"Kenapa Indonesia? Karena Indonesia itu kan belum (terkena virus corona)," kata Retno.

Turki juga menjadi salah satu negara di Asia yang dilaporkan belum ada kasus pasien positif virus corona. Sebagian besar wilayah negara itu masuk dalam kawasan Asia, sementara bagian lainnya memang masuk kawasan Eropa.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Pemerintah Turki telah menutup sementara perbatasan dengan Iran mulai Minggu (23/2) di tengah merebaknya wabah virus corona. Iran merupakan negara di Timur Tengah dengan pasien positif Covid-19 terbanyak.

"Kami memutuskan untuk menutup perbatasan setelah meningkatnya jumlah penyebaran wabah corona di negara tetangga kami, Iran," kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca.

Selain menutup perbatasan Iran juga sementara melarang penerbangan dari Iran mulai Minggu (23/2) pukul 8 malam waktu setempat. Sementara jalur penerbangan dari Turki ke Iran masih diperbolehkan. Turki mendapat peringatan seiring dengan bertambahnya kasus penyebaran corona Covid-19 di Iran. Langkah penutupan perbatasan dilakukan setelah melakukan diskusi dengan pemerintah Iran.

Berikut daftar negara-negara di Asia yang dilaporkan belum terjangkit virus corona berdasarkan data WHO:

Indonesia?
Korea Utara
?Arab Saudi
?Turki?
Laos
?Myanmar?
Bangladesh?
Mongolia?
Kazakhstan
?Uzbekistan?
Kyrgyzstan?
Tajikistan?
Turkmenistan
?Suriah?
Yordania?
Yaman.

 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Heldi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]