Buku Tuangku Shaliah Diluncurkan


Ahad, 01 Maret 2020 - 12:02:55 WIB
Buku Tuangku Shaliah Diluncurkan Ahmdan Damanhuri selaku penulis buku Buya H. Abdullah Aminuddin Tuangku Shaliah (1908-1996) Moderat dan Disiplin, menyerahkan buka kepada para Buya di Pondok Pesantren Lubuk Padan, Padang Pariaman Sabtu (29/2) malam. Yuhendra

PADANGPARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan, Padang Pariaman memeperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, sekaligus peluncuran buku Buya H. Abdullah Aminuddin Tuangku Shaliah (1908-1996) Moderat dan Disiplin, Sabtu (29/2) malam.

Buku Moderat dan Disiplin ini menceritakan perjalanan panjang Hadratus Syekh H. Abdullah Aminuddin Tuangku Shaliah dalam mengembara untuk mendapatkan ilmu agama. Ilmu itu dikembangkan di Madrasahtul 'Ulum Lubuk Pandan Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung Padang Pariaman.

Baca Juga : Antisipasi Curanmor saat Ramadan, Ini Imbauan Polda Sumbar

"Menghadirkan buku tantang beliau adalah tanggung jawab moral bagi saya yang ada di pondok pesantran ini," kata Penilis Buku Moderat dan Disiplin, Ahmad Damanhuri, saat peluncuran buka tersebut.

Damanhuri menyampaikan lahirnya buku pertamanya ini dilatarbelakangi dari kecintaan dan kesenangannya dalam membaca dan menulis. Pertama ia melihat Pesantran tradisional di Sumatera Barat ini boleh dikatakan masih minim dalam budaya menulis ini.

Baca Juga : Berkunjung ke Sumbar, Doni Monardo Minta Perantau Lebaran Virtual

"Berbeda dengan Pondok Pesantren di pulau jawa, contohnya saja Gus Dur saat beliau baru saja meninggal sudah puluhan buku tentang beliau ditulis oleh banyak orang," katanya.

Damanhuri melalui buku yang ditulis petama ini mengajak semua keluarga besar Pondok Pasantren di Sumbar ini untuk menulis, artinya santri itu tidak hanya berdakwah dengan perkataan saja, juga membudayakan berdakwah melalui tulisan.

Baca Juga : Pengurus DPD Ikadin Sumbar Dilantik, Siap Lahirkan Hotman Paris dari Minang

"Tidak hanya berdakwah dengan lisan saja, tetapi juga dengan tulisan, buku ini merupakan langkah awal untuk membudayakan menulis di Pondok Pasentran," katanya.

Ia junga menyampaikan, buku yang baru diluncurkan ini sedikit bercerita tentang kehidupan H. Abdullah Aminuddin Tuangku Shaliah sejak tahun 1908 hingga 1996 yang mana masa hidupnya dihabiskan dengan belajar dan mengajar.

Baca Juga : Diburu Waktu, Wagub Sumbar Perintahkan Dinkes Kejar Target Vaksinasi Lansia

"Terakhir beliau belajar di MTI Jaho Tanah Datar, setelah itu mengajar di Pasaman dan akhirnya mendirikan Pondok Pasantren ini," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan H. Marzuki Tuangku Nan Basa mengatakan hadirnya buku ini paling tidak bisa mengajarkan kepada dunia pondok pesantren tradisional untuk membudayakan menulis.

"Salama ini santri kita lebih akrab dengan dunia tutur, tidak heran ulama dahulu yang memiliki banyak kelebihan tetapi sulit untuk diungkapkan saat sekarang ini, lantaran tidak ada yang membukukan kiprah ulama tersebut," katanya.

Ikhlas dalam mengajar, disiplin dalam ibadah adalag bagian terpenting yang diajarkan dalam tindakan beliau. Ini adalah pelajaran berharga yang ada dalam buku ini yang dapat dijadikan pedoman bagi santri dan masyarakat.

"Dia tidak pernah menyampaikan kita harus ikhal dalam mengajar, disiplin beribadah, tetapi beliau langsung mengamalkannya," ujarnya.

Belum lagi soal pengelolaan perbedaan pendapat dalam beramal kata Marzuki. Penghormatan beliau terhadap perbedaan ini sangat tinggi, memang dalam kajian fiqih, umat dihadapkan dengan berbagai mazhab yang perlu dikelola dengan baik.

"Dengan ini pula lah ulama sejati seperti beliau tidak mudah menyalahkan pihak lain dalam menjalankan ibdah," katanya. (h/hen)

Reporter : Yuhendra | Editor : Heldi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]