Developer Ini Buat Mata Uang Digital di Tengah Kekhawatiran Dunia


Senin, 02 Maret 2020 - 19:35:02 WIB
Developer Ini Buat Mata Uang Digital di Tengah Kekhawatiran Dunia ilustrasi CoronaCoin

TEKNO, HARIANHALUAN.COM -- Sekelompok developer mata uang kipto dikabarkan melakukan perbuatan tidak terpuji lantaran memanfaatkan kekhawatiran Covid-19 dengan membuat aset kripto CoronaCoin (NCOV) di blockchain Ethereum. Coronacoin membuat pedagangnya bertaruh pada berapa banyak orang yang jatuh sakit atau mati karena virus ini. 

Dilansir dari laman Reuters, Senin (2/3), pasokan CoronaCoin akan berkurang setiap dua hari sekali berdasarkan jumlah kasus baru yang terungkap. Ini artinya, harga CoronaCoin akan bergerak naik dengan semakin banyaknya orang yang meninggal karena virus ini.

Baca Juga : Ini Cara Sembunyikan Status WhatsApp agar Tidak Bisa Dilihat Orang yang Tidak Diinginkan

Jumlah total CoronaCoin yang beredar didasarkan dengan populasi manusia di dunia, yakni 7.604.953.650 NCOV. "Beberapa orang berspekulasi tentang penyebaran virus melalui koin ini, sehingga mereka berinvestasi," kata Sunny Kemp, salah satu developer, dalam percakapan di aplikasi Telegram.

Sunny Kemp mengatakan tim itu terdiri dari tujuh developer dan masih akan bertambah. Ia menolak menyebutkan anggota yang lain, namun mengatakan mereka kebanyakan berada di Eropa. Sekitar 20% dari pasokan Coronacoin disebut akan dialokasikan untuk sumbangan bulanan kepada Palang Merah.

Baca Juga : GoPlay Fokus Kembangkan Live Stream Platform Tahun Ini

Beberapa pengguna platform media sosial Reddit pun mengkritik token ini lantaran menggunakan wabah penyakit sebagai mata uang kripto. "Terus terang, ini amoral," kata salah seorang pengguna. (*)

Editor : Agoes Embun | Sumber : Haluan Media Group
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]