Virus Corona Masuki Arab Saudi, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Diawasi Ketat


Selasa, 03 Maret 2020 - 07:44:37 WIB
Virus Corona Masuki Arab Saudi, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Diawasi Ketat Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dua masjid suci umat Islam di Arab Saudi, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kini diawasi lebih ketat, usai pemerintah setempat mengonfirmasi seorang warganya positif terjangkit virus corona (covid-19) pada Senin (2/3).

Dilansir Arab News, Senin (2/3), para petugas kesehatan dikirimkan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Mekkah dan Madinah untuk menyemprotkan sejumlah cairan desinfektan mencegah penyebaran virus corona.

Baca Juga : Wah! Berharta Rp291,3 Triliun, Miliuner Bill Hwang Malah Bangkrut dalam 2 Hari

Inspeksi lapangan ini dipimpin langsung Kepala Imam Masjidil Haram, Sheikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais. Ia mengatakan penting untuk mengintensifkan langkah-langkah anti-coronavirus dan meningkatkan koordinasi antara semua pihak yang peduli dengan keselamatan para pengunjung.

"Menyemprotkan cairan sterilisasi pada permukaan, lantai dan karpet, mendistribusikan alat sterilisasi di pintu masuk dan semua ruang salat, mensterilkan karpet. Juga meningkatkan jumlah waktu pencucian karpet utama, " kata Mohammed bin Musleh Al-Jabri, yang merupakan wakil presiden untuk urusan teknis dan jasa Masjidil Haram.

Baca Juga : Ini Mobil Pengangkut Jenazah Pangeran Philip, Sudah Dipersiapkan Sejak 2016

Kerajaan Arab Saudi sebelumnya juga telah menyetop visa umrah dan jemaah sedikitnya dari 23 negara yang berpotensi virus corona, termasuk di antaranya Indonesia. Wisatawan yang datang dikhawatirkan menimbulkan risiko sebagaimana ditentukan oleh lembaga kesehatan Kerajaan. Negara-negara yang dilarang termasuk Cina, Italia, Jepang, Korea Selatan, dan Kazakhstan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga Arab Saudi teridentifikasi virus corona usai melakukan perjalanan kembali dari Iran melalui Bahrain.

Baca Juga : Waduh! WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari kata Usai

Arab News, dalam laporannya mengutip Saudi Press Agency, Senin (2/3), menyebut pasien tersebut mulanya tidak mengungkapkan kepada otoritas Saudi bahwa mereka telah mengunjungi Iran setelah ke Bahrain. Iran diketahui pada Senin meningkatkan angka kematian virus corona menjadi 66 orang.(*)

Editor : NOVA | Sumber : cnnindonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]