Angka Kelahiran Total Masih Tinggi, Bkkbn Sumbar Lakukan Upaya Ini


Selasa, 03 Maret 2020 - 09:21:48 WIB
Angka Kelahiran Total Masih Tinggi, Bkkbn Sumbar Lakukan Upaya Ini Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepala Perwakilan Bkkbn Sumbar, Etna Estelita mengatakan, berdasarkan hasil survei demografi kesehatan Indonesia (SDKI) Total Fertility Rate (TFR)/Angka Kelahiran Total di provinsi Sumatera Barat tahun 2019 masih tinggi, berada di angka 2,68%.

"Datanya itu, TFR di Sumbar pada 2003-2012 stagnan di angka 2.6% sama dengan nasional. Pada 2012-2017 turun dari 2.8% menjadi 2.5%. Kemudian pada 2019 naik lagi menjadi 2.68%. Jadi artinya kalau diliat trend peserta KB aktif turun terus. Bkkbn melihat ada korelasi penggunaan kontrasepsi dengan naiknya TFR," ungkap Etna yang ditemui Haluan, Senin (2/3).

Menyikapi angka TFR yang masih tinggi, ia mengatakan Sumbar menargetkan pada 2020 TFR turun di angka 2.24%.

"Target Sumbar pada 2020 ini TFR berada di angka, 2.24%. Posisinya sekarang kan masih 2.68%. Dengan data TFR tertinggi di Sumbar berada di Mentawai, dan TFR terendah di Padang dan Bukittinggi. Kita tetap optimis meskipun untuk menurunkan 5 tahun saja hanya bisa 0.3%," sambung Etna.

Etna menambahkan, sejumlah langkah strategis akan terus diupayakan Bkkbn Sumbar.

"Langkah BkkbN, kalau TFR tinggi artinya unmetneed nya masih tinggi. Artinya orang yang ingin ber KB, yang tidak terlayani masih tinggi. Artinya upayanya dilakukan pemetaan wilayah-wilayah yg unmetneed nya tinggi ini dulu, dimana wilayah yang peta-peta nya masih merah, itu yang didahulukan digarap. Penggarapan itu diteropong pusat, ada 14 kab/kota yang tinggi, diberikan dana pergerakan kesana untuk bakti sosial," ungkap Etna.

Ia menambahkan, penurunan di 14 kab/kota tersebut akan dikejar, dibalik pelayanan statis juga layanan bakti sosial.

"Ada 4 kali momen strategis yang akan kita manfaatkan semaksimal mungkin. Pertama IBI KB-KES, TNI KB-Kes, Bhayangkara KB-Kes, keempat PKK KB-Kes. Momen strategis artinya berkolaborasi dengan mitra untuk melaksanakan intensifikasi, mengejar target unmetneed. Dari angka unmetneed sekarang 10. 8% targetnya bisa di angka 8.76%," katanya lagi.

Etna menyebut, unmetneed tertinggi berada di Kabupaten Padang Pariaman.

"Unmetneed yang tertinggi itu di Kab. Padang Pariaman, yang mana disitu juga merupakan kabupaten penyangga, sehingga akan berpengaruh. Bagusnya kita cari daerah-daerah yang ketika dilakukan langkah strategis, unmetneednya langsung turun signifikan," ungkapnya. 

Persiapan Harganas 2020 Rampung 70%

Sementara itu, Sumbar yang dipercaya sebagai tuan rumah Hari Keluarga Nasional 2020, terus mematangkan persiapan.

Mendekati terselenggaranya Harganas 2020 pada 8-11 Juli di Sumbar, Etna Estelita mengungkapkan proses persiapan Harganas telah rampung 70%. 

"Persiapannya sudah mencapai 70 persen. Hal-hal berupa kegiatan selama acara, maskot, lokasi hingga program yang akan dilaksanakan telah diatur dengan baik, sehingga diharapkan semuanya berjalan lancar," terang Etna.

Etna berharap, pelaksanaan Harganas nantinya akan berjalan lancar sesuai dengan rencana.

"Soal sarana dan prasarana sudah OK, bentuk acara sudah kelihatan. 30% lagi hanya finishing artinya melakukan gladi resik, Bkkbn berharap acara yang kita selenggarakan tersebut berjalan dengan lancar dan memuaskan," ungkapnya menutup. (*)

Reporter : Yessi Swita /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM