Antisipasi Longsor, Kawasan Puncak Poland Tanjung Sari Ditanami Rumput Vertiver


Selasa, 03 Maret 2020 - 13:49:18 WIB
Antisipasi Longsor, Kawasan Puncak Poland Tanjung Sari Ditanami Rumput Vertiver Penanaman vertiver dan tanaman produktif lainnya di kawasan Puncak Poland Tanjung Sari Sawahlunto, untuk antisipasi resiko tanah longsor. Foto/Riki Yuherman

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM -- Apel Kesiapsiagaan bencana Kota Sawahlunto yang dipimpin Walikota Deri Asta, Selasa (3/3/2020 juga ditandai Vetiver systim, yakni penanaman rumput vertiver (akar wangi) dan tumbuahan produktif lainnya di kawasan Tanjung Sari Puncak Poland Kecamatan Lembah Segar.

Penanaman rumput vertiver dan tanaman buah-buahan produktif lainnya itu merupakan upaya antisipasi pengurangan longsornya kembali lahan di Puncak Poland tersebut.

"Penanaman rumput vertiver ini juga sebagai program nasional dalam penanggulangan bencana," ujar Wako disela-sela penanaman.

Wako Deri Asta mengatakan, vetiver systim yang diterapkan merupakan metide penguatan struktur tanah secara alami menggunakan rumput vertiver dan beberapa jenis tanaman kuat lainnya. Sistim penanaman sendiri dilakukan secara berselang seling antara vertiver dan jenis tanaman lainnya.

"Dengan rumput vertiver dan tanaman kuat lainnya, akan dapat menyerap air atau denga kata lain air hujan tidak akan mengalir dilevel atas tanah tapi melalui tanah yang ditanami vertiver," katanya.

Untuk kawasan Puncak Poland sendiri lanjutnya, pihaknya tidak merekomendasi untuk wilayah perumahan dan juga alih fungsi hutan. Deri menilai, jika alam sudah diganggu tidak semestinya, maka bencana longsor pasti tidak dapat terelakkan lagi.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto, Adriyusman memastikan kawasan pemukiman warga masih aman dari ancaman longsor. Untuk antisipasi turunnya longsoran yang ada sekarang sebutnya, dilakukan penanaman rumput vertiber dan tanaman kuat lainnya.

"Saat ini BPBD juga memasang alat pendeteksi pergerakan tanah (AWS) di Puncak Poland, agar dapat mengatisipasi ancaman longsor bagi masyarakat sekitar. Harapannya, empat bulan kedepan, vertiver ini sudah mengakar kuat dan dapat menjadi penahan tanah dari pengikisan air," ujarnya.

Adriyusman mengimbau, masyarakat dikawasan rawan longsor, agar meningaktkan kewaspadaan dan kesiaosiagaan dalam menghadapi bencana. Selain itu juga untuk tidak merusak hutan dan lingkungan. "Biasakan mengelola hutan dengan bijak sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang akan berakibat bencana kepada kita," imbaunya. (*)

Reporter : Riki Yuherman /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM