Waspada! Wanita Hamil Paling Rentan Terkena Virus Corona


Selasa, 03 Maret 2020 - 15:19:22 WIB
Waspada! Wanita Hamil Paling Rentan Terkena Virus Corona Ilustrasi wanita hamil/kompas.com

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Semua orang panik dengan virus corona, terlepas dari pernyataan para ahli dan jaminan dokter bahwa mayoritas orang yang tertular memiliki gejala sangat ringan.

Tapi, memang orang-orang tertentu lebih rentang terhadap virus corona. World Health Organization (WHO) mengatakan, orang tua dan mereka yang memiliki gangguan kesehatan berada pada risiko terbesar.

Ketika berbicara mengenai wanita hamil, Centers for Disease Control and Prevention merilis pernyataan resmi, yaitu wanita hamil bisa lebih rentan terhadap infeksi virus pernapasan.

Infeksi itu termasuk COVID-19, karena tubuh mereka mengalami perubahan imunologis dan fisiologis.

Namun, belum ada informasi dari laporan ilmiah yang diterbitkan tentang seberapa rentan wanita hamil terhadap virus corona.

Itu karena kurangnya data tentang wanita hamil dengan COVID-19, kata pakar penyakit menular Amesh A. Adalja, MD, sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

"Memahami arah infeksi pada wanita hamil adalah pertanyaan penelitian yang sangat penting yang perlu dijawab," kata dia.

" Wanita hamil juga harus dimasukkan dalam uji coba antivirus dan vaksin."

Dr. Adalja menyebut, kehamilan mengurangi cadangan pernapasan, yang berarti infeksi pernapasan bisa lebih buruk pada wanita hamil.

"Kami telah melihat ini dengan influenza," ujar Dr. Adalja.

Namun kekhawatiran terbesar bagi wanita hamiladalah, kemungkinan anaknya yang belum lahir berisiko terkena virus corona.

Sampai sekarang, tidak ada bukti penularan dalam rahim, kata Dr. Adalja.

Hal itu tidak berarti mustahil terjadi, namun kemungkinan besar virus tersebut akan ditularkan kepada bayi setelah lahir dari kontak dekat dengan seseorang pembawa virus.

Saat ini belum ada vaksin yang disetujui untuk mencegah virus corona.

Vaksin telah dikembangkan dan sedang diuji pada hewan, namun skenario kasus terbaik adalah uji coba manusia akan berlangsung pada akhir tahun 2020, menurut BBC.

Jadi saran medis terbaik saat ini masih fokus pada pencegah penyebaran virus corona.

"Info dan saran yang kami berikan kepada wanita hamil sama dengan masyarakat pada umumnya."

Namun kekhawatiran terbesar bagi wanita hamiladalah, kemungkinan anaknya yang belum lahir berisiko terkena virus corona.

Sampai sekarang, tidak ada bukti penularan dalam rahim, kata Dr. Adalja.

Hal itu tidak berarti mustahil terjadi, namun kemungkinan besar virus tersebut akan ditularkan kepada bayi setelah lahir dari kontak dekat dengan seseorang pembawa virus.

Saat ini belum ada vaksin yang disetujui untuk mencegah virus corona.

Vaksin telah dikembangkan dan sedang diuji pada hewan, namun skenario kasus terbaik adalah uji coba manusia akan berlangsung pada akhir tahun 2020, menurut BBC.

Jadi saran medis terbaik saat ini masih fokus pada pencegah penyebaran virus corona.

"Info dan saran yang kami berikan kepada wanita hamil sama dengan masyarakat pada umumnya."

Demikian kata Rebecca C. Brightman, MD, asisten profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan reproduksi di The Icahn School of Medicine di Mount Sinai, yang dilansir dari Health.

Hal penting yang dapat dilakukan wanita hamil untuk melindungi diri dari virus corona adalah menghindari kontak dengan siapa pun yang memiliki gejala flu atau infeksi saluran pernapasan atas, kata Dr. Brightman.

Jika kita tidak merasa fit, tetap di rumah. Dan ketika gejala pernapasan berkembang (seperti hidung tersumbat, pilek, bersin, atau batuk), pastikan segera mengunjungi dokter.

"Setiap orang, baik yang hamil maupun tidak, harus mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan menggunakan pembersih tangan," ucap Dr. Brightman.

"Tutupi mulut dan hidung saat bersih. Gunakan lengan baju atau tisu, dan hindari menyentuh mata, hidung, serta mulut," tukasnya. (*)

Editor : Milna | Sumber : Kompas.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]