Hati-hati! Ada Penipuan Atas Nama Bea Cukai, Begini Modusnya


Selasa, 03 Maret 2020 - 15:23:55 WIB
Hati-hati! Ada Penipuan Atas Nama Bea Cukai, Begini Modusnya Ilustrasi telepon rumah/kompas.com

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan per 1 Januari hingga 31 Januari 2020 sudah menerima 283 laporan kasus penipuan yang mengatas namakan otoritas kepabeanan.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Syarif Hidayat mengatakan jumlah laporan tersebut cenderung meningkat jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya.

"Jika dilihat statistik laporan penipuan, ada 1.463 pengaduan yang masuk melalui contact centre di 2018, di 2019 ada 1.501 pengaduan dan 2020 baru jalan satu bulan sudah 283 pengaduan," ujar Syarif ketika memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Lebih lanjut Syarif mengatakan, jika tidak dilakukan tindakan pencegahan bisa jadi jumlah penipuan yang mengatas namakan bea cukai bisa mencapai dua kali lipat dari kejadian tahun 2019 lalu.

Padahal, modus yang digunakan oleh para penipu masih sama seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tidak banyak yang berubah dari modus penipuan ini, hanya saja pelaku selalu mencari korban dan momen yang berbeda dalam melancarkan aksinya, serta masih kurangnya kewaspadaan serta pengetahuan masyarakat tentang alur pembelian barang yang benar, khususnya barang kiriman dari luar negeri,” ungkapnya.

Berbagai modus penipuan yaitu lelang barang dengan harga murah, penjualan online, meminta pembayaran pajak via chat pribadi dengan mengatasnamakan pegawai Bea Cukai, hingga modus penipuan berkedok barang kiriman dari luar negeri.

Adapun korban yang diincar oleh pelaku penipuan sangat beragam mulai dari kalangan orang tua, pelajar dan mahasiswa, masyarakat awam, pejabat bahkan public figure.

Lebih lanjut, Syarif memaparkan secara gamblang jenis-jenis penipuan dengan modus belanja online, barang hadiah atau undian dan lelang barang dengan harga murah yang disertai dengan embel-embel sitaan Bea Cukai, barang black market, diskon cuci gudang dan sebagainya.

“Jika melihat ada yang menjual barang seperti itu sudah dapat dipastikan adalah penipuan, dan untuk lelang yang dilakukan oleh Bea Cukai, prosesnya akan diumumkan melalui situs resmi Bea Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, atau Kementerian Keuangan,” ujar Syarif. (*)

 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM