Jangan Berlebihan! Makanan dan Minuman Manis Picu Kurang Gizi


Selasa, 03 Maret 2020 - 16:18:45 WIB
Jangan Berlebihan! Makanan dan Minuman Manis Picu Kurang Gizi Ilustrasi makanan manis/kompas.com

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Makanan dan minuman manis memang terasa nikmat. Namun, hati-hati untuk tidak mengonsumsinya secara berlebih.

Sebuah riset terbaru dari Eropa menemukan bahwa semakin banyak gula yang kita makan, semakin sedikit vitamin dan mineral yang kita konsumsi dalam makanan sehari-hari.

Dilakukan oleh para peneliti dari Lund University di Swedia, riset ini melihat data yang dikumpulkan dari dua kelompok studi berbeda.

Satu kelompok terdiri dari 1.797 peserta berusia 18 hingga 80 tahun dengan asupan makanan yang dinilai melalui buku harian selama empat hari.

Sementara kelompok lainnya terdiri dari 12.238 peserta berusia 45 hingga 68 tahun. Pola makan mereka dinilai menggunakan kombinasi buku harian makanan selama tujuh hari, kuesioner frekuensi makanan dan wawancara.

Dari data ini, para peneliti dapat melihat asupan gula tambahan yang ditambahkan oleh para peserta ke dalam makanan dan minuman mereka serta asupan harian rata-rata sembilan mikronutrien (kalsium, folat, zat besi, magnesium, kalium, selenium, vitamin C, vitamin D dan seng).

Hasil dari jurnal yang dipublikasikan di Nutrition & Metabolism menemukan, bahwa semakin tinggi asupan gula tambahan, semakin rendah asupan sembilan vitamin dan mineral tersebut.

Adapun saran asupan gula harian masih bervariasi dari negara satu ke negara lainnya.

Sebagai contoh, para peneliti menunjukkan bahwa pedoman pola makan untuk populasi Nordik, The Nordic Nutrition Recommendations, menyarankan agar gula tambahan tidak lebih dari 10 persen dari total asupan energi.

Sementara European Food Safety Authority mengatakan, bahwa tidak ada data ilmiah yang memadai untuk menetapkan batas atas gula.

Peneliti studi, Esther González-Padilla menjelaskan, bahwa memasukkan gula tambahan dilakukan untuk melihat efek keseluruhan terhadap kualitas makanan.

Gula yang dimaksud bukanlah gula alami dari sumber makanan atau minuman, melainkan gula yang ditambahkan melalui proses tertentu atau pembuatan di meja, yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan oleh kita.

Meski begitu, untuk dapat memastikan batas asupan gula tambahan yang jelas, asupan mikronutrien perlu diturunkan dan dicatat. Hal inilah yang belum dilakukan dalam penelitian ini.

"Meskipun studi ini belum cukup untuk mengubah rekomendasi konsumsi gula, studi ini memperkaya pengetahuan kita tentang makanan dan dampaknya pada tubuh untuk kemudian menyesuaikan rekomendasi di masa depan," ungkap González-Padilla. (*)

 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]