TBC Jadi Penyakit Paling Membunuh di Pasaman, Jangan Sepelekan


Selasa, 03 Maret 2020 - 16:29:03 WIB
TBC Jadi Penyakit Paling Membunuh di Pasaman, Jangan Sepelekan Ilustrasi TBC/IDN Times.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB yakni penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis, menjadi jenis penyakit yang paling banyak merenggut nyawa pasien di Kabupaten Pasaman.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr Arnida, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Arma Putera SKM mengungkapkan, sepanjang 2019 pihaknya mendeteksi ada sebanyak 26 pasien yang meninggal akibat penyakit dengan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah.

"Peristiwa kematian yang dicatat tersebut tersebar hampir di seluruh Puskesmas yang ada, dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak 3 pasien meninggal per puskesmas," sebutnya, Selasa (3/3/2020).

Rata-rata tertinggi jumlah kematian tersebut, lanjutnya, tercatat terjadi di Puskesmas Lubuksikaping, Puskesmas Sundatar, dan Puskesmas Tapus.

Kepala Seksi Surveilans dan Penanganan Krisis Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Ns. Silviani Dewi, S.Kep, menambahkan, kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar.

"Penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang keluar penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin. Penyakit ini lebih rentan terkena pada seseorang yang kekebalan tubuhnya rendah, misalnya penderita HIV," jelasnya.

Menurutnya, TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak serta beberapa tes lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular seperti foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).

Penyakit ini dapat disembuhkan jika penderitanya patuh mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Untuk mengatasi penyakit ini, penderita perlu minum beberapa jenis obat untuk waktu yang cukup lama (minimal 6 bulan).

"Pengobatan penyakit TBC membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, memiliki asuransi kesehatan bisa menjadi pertimbangan, sehingga masyarakat tidak perlu dipusingkan dengan tanggungan biaya saat berobat nanti," terangnya.

Selain itu, TBC dapat dicegah dengan pemberian vaksin, yang disarankan dilakukan sebelum bayi berusia 2 bulan, mengenakan masker saat berada di tempat ramai, tutupi mulut saat bersin, batuk, dan tertawa dan tidak membuang dahak atau meludah sembarangan.

"Penerapan pola hidup sehat menjadi kunci dalam mencegah mewabahnya suatu penyakit, untuk itu diperlukan kesadaran tinggi semua pihak dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," tegasnya. (*)

Reporter : Rully /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 24 Maret 2020 - 19:24:01 WIB

    Penyakit TBC Bisa Menular lewat Udara, Kenali Gejalanya

    Penyakit TBC Bisa Menular lewat Udara, Kenali Gejalanya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pada saat ini, perhatian masyarakat Indonesia tengah terpusat pada wabah virus corona yang jumlah kasusnya kian bertambah dari hari ke hari. Alhasil, timbul kekhawatiran akan penyakit Covid-19 ke.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM