Polisi Sudah Periksa 16 Saksi Terkait Kasus Gedung Bangsal RSUD Pariaman


Selasa, 03 Maret 2020 - 16:40:05 WIB
Polisi Sudah Periksa 16 Saksi Terkait Kasus Gedung Bangsal RSUD Pariaman Gedung Bangsal penyakit dalam RSUD Pariaman. Foto/Antara

PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Pihak Polres Pariaman terus lakukan pengembangan terkait kasus gedung bangsal penyakit dalam RSUD Pariaman yang disegel beberapa waktu lalu, setidaknya penyidik telah memeriksa 16 saksi dalam kasus itu.

"Hingga saat ini kami telah memeriksa 16 orang saksi, dan kini kami sedang menunggu penghitungan ahli kontruksi bangunan," kata Kasat Reskrim Polres Pariaman Iptu Ardisyah Rolindo di Pariaman, Selasa (3/3/2020).

Ia mengatakan jika hasil penghitungan ahli kontruksi keluar maka kasus tersebut akan dilanjutkan pada tahap penyidikan. Jika memang ada kerugian negara yang disebabkan oleh kasus tersebut.

"Kalau sudah ada nanti kami akan lakukan gelar perkara," ujarnya.

Ia menyampaikan diselidikinya terkait gedung tersebut karena menurut pihaknya ada indikasi kerugian negara sebab hingga sekarang bangunan tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.

"Untuk sementara gedung tersebut dipasang garis polisi, karena saat ini kasusnya sedang berjalan agar tidak ada upaya menghilangkan barang bukti," katanya.

Ia menambahkan pihaknya menargetkan kasus terkait gedung bangsal RSUD Pariaman tersebut akan diselesaikannya dalam tahun ini.

Sebelumnya, diduga ada unsur melawan hukum pada pembangunan Gedung Bangsal Penyakit Dalam RSUD Pariaman, Kepolisian Resor Kota Pariaman melakukan penyegelan terhadap gedung itu.

"Kami memasang garis pada bangunan yang dibangun pada 2016 dengan menggunakan dana senilai Rp7,4 miliar. Saat ini kami melakukan penyelidikan dan diduga adanya unsur melawan hukum pada pembangunan bangsal tersebut," kata Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan di Pariaman, Jumat (28/2/2020).

Ia mengatakan saat ini masih dalam proses penyidikan, termasuk meminta keterangan dari ahli, jika dari keterangan ahli ditemukan ada kerugian negara maka akan dilanjutkan pada ranah penyidikan.

"Untuk saat ini masih dalam kasus ini masih penyelidikan dan dalam waktu dekat mungkin akan dilanjutkan ke ranah penyidikan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keuangan dan Perencanaan RSUD Pariaman Basri mengatakan gedung bangsal itu dibangun pada 2016 senilai Rp7,4 miliar. Akan tetapai pembangunannya terhenti karena putus kontran.

"Gedung ini mulai dibangun tahun 2016 namun putus kontrak atau wanprestasi dengan kontraktor yang mengerjakan gedung ini," katanya.

Ia mengatakan pembangunan tersebut seharusnya dilakukan dua periode karena anggaran tidak cukup sehingga rencananya selesai pembangunan tahap pertama maka akan dilanjutkan diperiode berikutnya.

"Namun karena pihak perusahaan yang membangun tidak bisa menyelesaikan untuk periode pertama maka pembangunannya terbengkalai, hingga saat ini," ujarnya. (*)

loading...
Reporter : Yuhendra /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]