Mengidap Leukemia, Anak Petani di Solok Ini Butuh Bantuan Dermawan


Selasa, 03 Maret 2020 - 18:29:33 WIB
Mengidap Leukemia, Anak Petani di Solok Ini Butuh Bantuan Dermawan Kondisi Hanisa Khairani yang tergolek lemah di ruang perawatan RS. M Natsir Kota Solok akibat penyakit leukimia yang dideritanya. WANDI MALIN

SOLOK, HARIANHALUAN.COM - Miris benar nasib Hanisa Khairani (8). Gadis kecil warga Nagari Selayo Tanang, Bukik Sileh, Kabupaten Solok ini hanya bisa tergolek  lemah di ruang perawatan RSUD M. Natsir.  Penyakit leukimia (Kanker Darah) yang dideritanya, memaksa putri dari pasangan Muhammad Ridwan (33) dan Yulia (31) ini, harus keluar masuk rumah sakit. Pengobatan yang diterima pun tak kunjung tuntas.

Perawatan kemoterapi untuk menjinakkan sel-sel kanker yang sejatinya harus diselesaikan selama dua tahun, harus terputus lantaran ketiadaan biaya orang tuanya. Kedua orang tuanya hanya hidup bertani dengan pendapatan yang pas-pasan.

Yulia menceritakan, awal mula gadis kecil yang akrab disapa Hani itu sakit diketahui sekitar tahun 2016 silam, saat Hani menderita demam. "Awalnya hanya demam biasa, tapi hilang sebentar dan demam lagi, wajahnya pucat hingga sariawan parah yang membuat bibirnya sampai berdarah," kata Yulia kepada harianhaluan.com di RS M. Natsir Kota Solok, Selasa (3/3) .

Mendapati anaknya sakit, Yulia kemudian membawa Hani ke Puskemas Simpang Tanjuang Nan Ampek, kemudian dirujuk untuk perawatan lebih lanjut di RSUP M. Djamil Padang. Keberangkatan ke RS M. Jamil pun juga dengan biaya pas-pasan, dengan harapan ada kepastian atas sakit yang diderita Hani.

Dari hasil diagnosa dokter, Hani divonis menderita Leukimia sehingga harus menjalani kemotherapi. "Dua kali dirawat di M. Djamil, dan juga sempat menjalani kemo selama lebih kurang lima bulan. Kemudian terputus lantaran tidak ada lagi biaya," ungkapnya.

Memang, biaya pengobatan waktu itu ditanggung BPJS Kesehatan, namun ada sejumlah obat yang harus dibeli di apotik luar dan harganya cukup lumayan. "Terkahir kami tidak jadi pergi karena ada obat yang harus dibeli dan tidak ada disini, kalaupun ada, kami tidak punya uang untuk membelinya," tambahnya.

Pasca menjalani kemo di M. Djamil, kondisi Hani mulai membaik. Tidak ada lagi tampak gejala sakit yang dialaminya. Hati Yulia dan Suaminya mulai lega, anaknya sudah sembuh.

Namun, tahun 2019, Hani kembali mengeluhkan sakit yang sama. Oleh orangtuanya, Hani dibawa ke RSUD Arosuka dan dilakukan transfusi darah. Kondisinya kembali membaik usai dirawat 3 hari. Kondisi tersebut tidak bertahan lama, pada Desember 2019 lalu, Hani kembali harus dirujuk ke M. Djamil untuk menjalani kemo.

Namun lantaran tidak ada biaya, kedua orang tuanya terpaksa hanya bisa pasrah dan dirawat di Solok. "Sekarang dirawat di RSUD M. Natsir dulu, sudah masuk dari malam minggu kemarin, harusnya dia (Hani) kembali menjalani kemo tapi terganjal biaya," ujarnya pilu.

Selama dirawat, orang tuanya harus bergantian untuk menunggui di rumah sakit, otomatis mereka sulit untuk bekerja, apalagi mereka hanya bertani. Pihaknya sangat berharap ada  dermawan yang mau membantu biaya pengobatan putrinya sehingga kembali seperti biasa.

Belakangan, sejumlah masyarakat sudah menggalang dana untuk membantu meringankan biaya pengobatan Hani, namun jumlah yang didapat belum mampu memenuhi kebutuhan biaya pengobatan yang cukup besar. "Kalau ada uang, kami akan bawa lagi Hani ke Padang untuk dirawat sampai sembuh," katanya penuh harap.

Bagi anda yang berkenan untuk membantu biaya pengobatan Hani bisa berdonasi di No Rek: 554601013891536 BRI atas nama Yulia Misra yanti. (h/ndi)

 

 

Reporter : Wandi Malin /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 31 Januari 2020 - 17:09:47 WIB

    Sebelum Meninggal Ternyata Lina Mengidap Penyakit Ini

    Sebelum Meninggal Ternyata Lina Mengidap Penyakit Ini BANDUNG, HARIANHALUAN.COM - Polisi menyebutkan Lina Jubaedah mengidap sejumlah penyakit. Hal tersebut terungkap dari hasil autopsi pada jenazah Lina. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, sebelu.
  • Senin, 23 Januari 2017 - 22:49:05 WIB

    Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Guru SD Ini Diduga Mengidap Vertigo

    Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Guru SD Ini Diduga Mengidap Vertigo PADANG PANJANG, HALUAN--Beredarnya kabar tentang seorang Guru SD bernama Mina Marlina (54), yang ditemukan tewas gantung diri, sontak membuat geger masyarat di Kota Padang Panjang, Senin (23/1). .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM