Sawahlunto Dilirik Sebagai Pusat Pengolah Limbah


Selasa, 03 Maret 2020 - 22:16:48 WIB
Sawahlunto Dilirik Sebagai Pusat Pengolah Limbah Pusat pengolah limbah. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Siti Aisyah terkait dengan pusat pengolahan limbah B3 medis di Sawahlunto berdasarkan uji kelayakan dari perguruan tinggi. Daerah tersebut layak dibangun pusat pengolahan limbah B3 medis.

"Selain itu, memiliki lahan yang luas. Kondisi geografis Kota Wisata Tambang ini juga dinilai cocok," kata Siti Aisyah, Selasa (3/3/2020).

Menurut Siti Aisyah, dalam pengelolaan B3 dan limbah B3 merupakan salah satu mata rantai yang cukup panjang, dan melibatkan banyak pihak, mulai dari penyedia bahan B3, penghasil limbah B3, pengangkut, pengumpul, pemanfaat, pengolah dan penimbun limbah B3.

"Pihak rumah sakit ataupun fasyankes tidak boleh membuang limbah medis sembarangan, karena ini bisa berbahaya bagi kesehatan. Apabila ketahuan membuang limbah sembarangan bisa dikenakan hukum pidana," sebut Siti Aisyah.

Siti Aisyah menegaskan, pembuangan limbah (B3) dari fasyankes yang tidak diolah dan dibuang secara benar, tidak hanya mengancam kondisi lingkungan, limbah ini berpotensi untuk mengganggu kesehatan atau bahkan berujung pada kematian ketika terpapar manusia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, dampak limbah B3 atau non B3 wajib dikelola dengan pertimbangan dasar jaminan kesehatan manusia dan lingkungan. Pengelolaan limbah B3 menjadi permasalahan yang harus menjadi perhatian serius, karena tingkat bahaya limbah B3 sangat tinggi bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

"Tingginya tingkat bahaya limbah B3 kita butuh Insenerator dalam pengelolaan limbah B3. Semua ini membutuhkan biaya yang sangat mahal, rumit, spesifik serta kita butuh kompetensi SDM pengelola yang handal untuk mengelolanya," ujarnya. (*)

Editor : Milna
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]