'Dry Premium' akan Diberlakukan di Payakumbuh, Masyarakat Diminta Bersiap dan Tak Kaget


Rabu, 04 Maret 2020 - 17:29:44 WIB
'Dry Premium' akan Diberlakukan di Payakumbuh, Masyarakat Diminta Bersiap dan Tak Kaget Jajaran Pertamina Sumbar mengunjungi Wawako Payakumbuh Erwin Yunas sekaitan bakal berkurangnya premium bersubsidi di kota ini.zulkifli

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz menerima kunjungan silaturahim Sales Brand Manager (SBM) Rayon 4 Pertamina Sumatra Barat, Desra Rahmayadi, didampingi agen LPG 3 kg Payakumbuh dan perwakilan owner SPBU Kota Payakumbuh.

Kota rendang ini memiliki banyak pengusaha makanan olahan seperti UKM mikro dan rumah makan. Kunjungan Desra ini untuk membicarakan terkait bagaimana distribusi gas LPG dan BBM di Kota Randang itu.

Desra menceritakan, untuk BBM bersubsidi pada tahun ini di Kota Padang sudah diberlakukan dry Premium, artinya di SPBU tidak menyediakan premium lagi. Meskipun begitu, di Kota Padang ada banyak angkutan kota yang masih butuh premium. Maka difokuskan untuk penyediaan premiumnya di SPBU yang berada luar Kota Padang seperti di by pass.

"Dari 24 SPBU, cuma 3 sampai 4 yang menyediakan premium bagi kendaraan umum yang teregistrasi dan itupun adanya di siang hari. Rencananya Pertamina juga mengajak pemerintah daerah untuk memberlakukan dry Premium di Bukittinggi dan Payakumbuh, ini tentu kita komunikasikan kepada kepala daerah terlebih dahulu," ujarnya.

Sementara itu, Desra mengatakan untuk gas LPG 3 kg bersubsidi pengusaha menengah ke atas tidak boleh menggunakannya, mereka harus menggunakan gas LPG 5,5 kg non subsidi agar ketersediaan gas LPG bersubsidi tepat sasaran.

"Kita juga perlu melakukan monitoring dalam pendistribusian gas LPG 3 kg bersubsidi agar masyarakat miskin tidak tercekik dan kesusahan akibat kelangkaan gas bersubsidi, ini perlu menjadi perhatian kita bersama," kata Desra.

Wawako Payakumbuh, Erwin Yunaz berharap Pertamina bisa memberikan edukasi kepada distributor gas LPG atau owner dari SPBU agar mereka tidak melakukan monopoli dalam distribusi, sehingga kelangkaan akibat permainan dari pelansir gas LPG 3 kg dan BBM bersubsidi dapat ditekan.

"Saya melihat ini sebagai sebuah proses yang nanti menjadi pembinaan dan pengelolaan penggunaan energi kepada pelaku usaha kita, semoga masyarakat paham kondisi yang terjadi di lapangan seperti apa," kata Erwin Yunaz.

Erwin menyebut Payakumbuh siap menjadi kota satelit, kota yang selalu siap untuk dikunjungi. Paling tidak untuk makan dan mengisi bahan bakar sehingga bisa melayani, untuk mewujudkannya perlu dikoordinasikan bagaimana keterlibatan antar sektor sesuai porsi.

"Kondisinya sekarang, banyak antrean kendaraan yang ingin mengisi premium begitu panjang setiap hari. Hal ini harus menjadi perhatian dari Pertamina," kata Erwin Yunaz.

Desra menyebut tugas dari pemerintah daerah adalah dengan mengawasi penyaluran gas LPG dan BBM bersubsidi agar tetap sasaran sesuai haknya, sementara dari Pertamina melakukan suplai atau penyaluran.

"Permasalahannya yang terjadi kadang distribusi yang tidak tepat sasaran seperti oknum pelansir yang mengambil yang bukan hak mereka, kita butuh pengawasan bersama baik dari pemda setempat, dan aparat yang berwenang," kata Desra.

Pertamina mengajak seluruh stakeholder untuk mengakhiri praktik curang para oknum pemain gas LPG dan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat. (*)

Reporter : Zulkifli /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM