Soal Berkas Cawalnag Bermasalah, Begini Pembelaan DPM Pasaman


Rabu, 04 Maret 2020 - 18:18:31 WIB
Soal Berkas Cawalnag Bermasalah, Begini Pembelaan DPM Pasaman Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman, Hasiholan Hutagalung. Foto/Antara

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman, Hasiholan Hutagalung, menegaskan semua berkas tembusan terkait dokumen pencalonan para Calon Wali Nagari (Cawalnag) di daerah itu ke pihak panitia pemilihan Pilwana Serentak 2020 dari tingkat nagari ke institusinya, seluruhnya dalam keadaan lengkap syarat.

Hal itu ia katakan menjawab adanya dugaan dokumen yang tidak sesuai kondisi dan fakta sebenarnya yang dilampirkan oleh para kandidat pemimpin pemerintahan terdepan dalam hirarki kekuasaan yang berlaku di negara Republik Indonesia.

"Soal apakah ternyata ada diantara dokumen tersebut ada keterangan yang tidak benar, maka dalam berkas tersebut para calon sudah menandatangani pernyataan yang menegaskan jika data yang diberikan tidak benar, maka yang bersangkutan bersedia dituntut sesuai ketentuan perundang-undangan," jelasnya.

Pihaknya, lanjut dia, hanya berpegang pada pernyataan tersebut dan apabila masyarakat menemukan bukti dan atau mengetahui ada kandidat wali nagari yang diduga melanggar aturan yang ada, dipersilahkan segera melaporkan ke panitia pemilihan nagari, dan atau melaporkannya ke pihak aparat hukum jika sudah mengarah pada tindakan pidana sesuai pasal yang disangkakan.

Terpisah, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Juli Yusran, S.Ag., M.Si, saat dikonfirmasi tentang adanya calon walinagari eks anggota salah satu partai politik yang memberikan pernyataan sudah mengundurkan diri dari pengurus dan keanggotaan partai sebagai syarat maju sebagai calon wali nagari, mengatakan pihaknya hingga saat ini belum pernah menerima laporan dari partai tertentu terkait hal tersebut.

"Bagi anggota biasa tentu tidak perlu melapor ke KPU, tapi jika ada pergantian pengurus dan atau yang mengajukan pengunduran diri tersebut adalah calon anggota legislatif, tentu ini memerlukan tindak lanjut sesuai aturan kepemiluan yang ada," terangnya.

Apalagi, lanjutnya, surat pernyataan mengundurkan diri tersebut dibuat pada periode sebelum dilaksanakannya pemungutan suara pada Pemilu Serentak 2020, jika ada calon legislator yang diusung mengundurkan diri dan sudah mendapatkan surat persetujuan, tentu KPU akan mencoret namanya dari daftar calon tetap.

"Sebenarnya mudah saja mencari bukti terkait permasalahan tersebut, karena KPU sudah menginformasikan secara terbuka terkait kepengurusan partai dan siapa saja sosok yang dicalonkan oleh masing - masing parpol, seluruhnya lengkap dan bisa diakses di website resmi KPU Pasaman," sebutnya.

Sebelumnya, Penggiat politik dari komunitas Relawan Aspirasi Rakyat Pasaman, Dasri Mossad, mengatakan pihaknya mensinyalir tahapan pemilihan walinagari (Pilwanag) Serentak 2020 di Kabupaten Pasaman, diwarnai adanya dokumen aspal, atau asli tapi palsu dalam berkas salah seorang calon walinagari (Cawalnag).

Ia menjelaskan, pada dokumen surat pernyataan dari salah satu partai politik menjelaskan bahwa yang bersangkutan tidak lagi menjadi pengurus ataupun anggota partai tersebut, terhitung sejak 21 Januari 2019.

Sementara, lanjutnya, yang bersangkutan diketahui juga merupakan salah seorang calon anggota legislatif (caleg) yang diusung untuk daerah pemilihan Pasaman I (satu). (*)

Reporter : Rully /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM