Begini Cara Maskapai Internasional Usir Covid-19 Masuk Pesawat


Rabu, 04 Maret 2020 - 19:21:54 WIB
Begini Cara Maskapai Internasional Usir Covid-19 Masuk Pesawat Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Industri perjalanan ikut merasakan dampak mewabahnya virus corona atau covid-19 di penjuru dunia. Perlu diketahui bahwa selain ke negara yang terdampak virus corona, seperti China dan Hong Kong, maskapai penerbangan masih beroperasi dengan normal.

Ketika naik pesawat dan duduk di kursi, penumpang mungkin ragu dengan kebersihan kabin pesawat, sekaligus bertanya-tanya seberapa teliti pesawat itu dibersihkan sebelumnya.

Dikutip dari CNN Travel pada Rabu (4/3), berikut sejumlah langkah antisipasi penyebaran virus corona yang dilakukan oleh maskapai penerbangan internasional:

1. Prosedur pembersihan normal

Christian Rooney adalah manajer JetWash Aero, perusahaan spesialis pembersih pesawat yang berbasis di Inggris.

Ia mengatakan bahwa proses pembersihan bervariasi tergantung jadwal pesawat berhenti di bandara.

Ketika waktu berhenti pesawat sangat terbatas, apa yang oleh Rooney disebut sebagai pembersihan sederhana - seperti menghilangkan koran bekas dan sampah lainnya, akan dilakukan oleh awak kabin penerbangan sebelumnya.

"Pembersihan kabin dasar yang menyeluruh biasanya dilakukan pada malam hari - atau ketika ada lebih banyak waktu di bandara.

"Ini termasuk pembersihan toilet, menyeka dan mendisinfeksi meja, membersihkan ruang penyimpanan, kursi, dan lainnya. Hal tersebut mungkin memakan waktu hingga satu jam atau lebih.

"Maskapai penerbangan juga akan selalu menjadwalkan pembersihan interior menyeluruh setiap bulan atau enam minggu. Pembersihan ini memakan waktu lebih lama," kata Rooney.

Produk pembersih dan disinfektan yang digunakan juga telah ditentukan oleh produsen pesawat, tambahnya.

"Beberapa disinfektan yang kami gunakan efektif melawan berbagai patogen dan diketahui menonaktifkan virus kompleks dengan sifat yang mirip dengan SARS, E. coli, flu burung, MRSA dll," ujar Rooney.

Pembersih semacam itu menawarkan perlindungan antimikroba hingga 10 hari, katanya.

Stephanie Biron, seorang pramugari yang baru saja pensiun dari American Airlines, mengatakan kepada CNN Travel bahwa dari pengalamannya, standar pembersihan pesawat sangat bervariasi.

"Maskapai mempercayakan urusan kebersihan dengan unit yang telah ditugaskan. Unit ini telah melakukan tugasnya semaksimal mungkin," katanya.

"Mereka bisa dipanggil untuk melakukan pembersihan, namun ada juga yang telah memiliki jadwal untuk pembersihan," lanjutnya.


2. Kebersihan penumpang

"Kami telah melihat peningkatan permintaan untuk pembersihan, seperti desinfeksi kabin, karena perusahaan penerbangan berupaya mengatasi masalah terkait virus corona," kata Rooney.

Tetapi Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran di divisi penyakit menular Universitas Vanderbilt, mengatakan bahwa dia ragu pembersihan semacam itu dapat mencegah penyebaran virus penyakit.

Pasalnya penularan paling mungkin dan sering terjadi ialah antara manusia ke manusia, sehingga benda mati di dalam pesawat sebenarnya bukan masalah, kata Schaffner.

Membersihkan permukaan benda yang disentuh boleh saja, tetapi pada akhirnya mencuci tangan adalah langkah preventif yang paling penting.

"Bahkan jika ada virus di benda mati, virus virus itu tidak akan melompat dari kursi dan menggigit Anda di pergelangan kaki. Anda harus menyentuhnya, lalu menyentuh hidung atau mulut Anda," jelas Schaffner.

"Jadi tangan adalah perantara utama. Gunakan tisu untuk membersihkan tangan. Itulah yang penting."

Dr Paulo Alves - yang sempat menghadiri lokakarya Kesehatan Ketahanan Penerbangan IATA di Singapura sebagai upaya mengatasi dampak keseluruhan COVID-19, setuju dengan Schaffner.

"Yang paling efektif, yang perlu diterapkan oleh turis yang berlibur adalah sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Jika sabun dan air tidak tersedia, hand sanitizer harus digunakan," kata Alves.

"Masuk akal untuk menyeka permukaan meja baki, di mana tetesan lebih mungkin mendarat setelah seseorang batuk atau bersin. Turis harus menjaga kebersihan pribadi di penerbangan, sebelum penerbangan dan setelah penerbangan dan menghindari menyentuh wajah mereka."

Dokter dan pengamat perjalanan Richard Dawood ikut setuju, dan mengatakan saran ini juga berlaku selama berada di dalam bandara.

Mantan pramugari Biron juga menyatakan keprihatinan tidak hanya untuk penumpang - tetapi untuk awak penerbangan. Mereka seringkali sakit namun memaksakan terbang.

Airlines for America, grup penerbangan yang mewakili perusahaan penerbangan Amerika Utara, mengatakan maskapai penerbangan bekerja erat dengan otoritas federal - dan memberi tahu CNN Travel bahwa keselamatan dan keamanan penumpang dan awak "akan selalu menjadi prioritas utama maskapai AS."

"Saya rasa [maskapai penerbangan] tak melakukan antisipasi berlebihan. Mereka mungkin memberikan tisu lebih untuk penumpang," kata Schaffner.

3. Respons maskapai

Brian Parrish, juru bicara Southwest Airlines, mengatakan kepada CNN Travel bahwa pesawat Southwest menjalani "pembersihan rutin antara penerbangan dan pembersihan komprehensif ketika pesawat diparkir semalaman."

"Program pembersihan kami meliputi disinfektan semua permukaan di dalam kabin, serta pembersihan kursi dan karpet," katanya.

"Southwest akan terus memantau dan mengikuti semua panduan dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai virus corona dan membuat penyesuaian dalam prosedur pembersihan kami, jika diperlukan."

Curtis Blessing, juru bicara American Airlines, senada dengan Parrish.

"Pesawat kami, termasuk toilet, dibersihkan secara teratur, dan pembersihan mendalam bervariasi tergantung pada waktu berhenti dan jenis penerbangan," katanya.

"Toilet dibersihkan, lantai dibersihkan, dan sampah yang terlihat dibuang dari kantong kursi di semua penerbangan."

Penerbangan lintas benua, Hawaii, dan internasional juga mulai melakukan pembersihan yang lebih dalam, Blessing menambahkan.

Sementara itu, juru bicara Qantas mengatakan kepada CNN Travel bahwa maskapai ini mengadopsi "standar tertinggi dalam membersihkan dan mendisinfeksi kabin, kursi, dapur dan kamar mandi kami."

Juru bicara juga menyoroti filter HEPA yang merupakan bagian dari sistem pendingin udara.

"Filter ini digunakan di ruang operasi rumah sakit, dengan udara di dalam kabin diganti setiap tiga hingga lima menit. Ini memberikan udara yang lebih bersih daripada ruang publik lainnya seperti kereta api, restoran, pusat perbelanjaan, dan kantor."

Delta mengatakan di situsnya bahwa pihaknya telah melakukan "fogging" sejak Februari menggunakan "disinfektan terdaftar EPA yang sangat efektif."

Fogging juga sedang dilakukan pada semua penerbangan trans-Pasifik Delta yang tiba di AS, dengan rencana untuk memperluas prosedur tersebut ke lebih banyak penerbangan internasional, dengan fokus pada penerbangan yang datang dari tempat-tempat dengan kasus virus corona yang dilaporkan.

Fogging telah terjadi pada semua penerbangan Delta inbound dari Italia ke New York-JFK dan Atlanta sejak 29 Februari.

Maskapai penerbangan Hong Kong Cathay Pacific mengatakan kepada CNN Travel bahwa pembersihan kabin pesawat selalu dilakukan dengan "standar tinggi" - tetapi beberapa tindakan pencegahan tambahan saat ini sudah ada.

"Pesawat tidak akan beroperasi sementara saat pembersihan mendalam dilakukan," kata juru bicara Cathay Pacific.

"Ini termasuk penggantian semua penutup jok, desinfeksi semua permukaan dan peralatan dapur, pembersihan toilet, desinfeksi karpet, sterilisasi sistem air dan penggantian filter udara di samping prosedur pembersihan standar."

Cathay Pacific juga menangguhkan sementara handuk panas, bantal, selimut, majalah, dan barang bebas bea dalam penerbangan untuk dan dari tujuan di daratan China.

Meski demikian, Schaffner mengatakan penumpang tidak perlu menghindari menggunakan selimut atau bantal dalam penerbangan.

Karena, katanya, belum ada bukti bahwa virus penyakit berpindah dari benda tersebut.

"Itu adalah pertimbangan yang masuk akal, tetapi sulit meyakinkan orang bahwa mereka benar-benar berisiko rendah tertular."

Alves setuju, mengatakan bahwa virus akan hilangkan ketika selimut dan bantal dicuci.

Namun, ia mengklarifikasi bahwa ada "kesenjangan pengetahuan" tentang virus COVID-19 dan penelitian yang sedang berlangsung, sehingga rekomendasi pembersihan dapat berubah.

4. Tetap waspada

Schaffner mencatat bahwa, dari sudut pandang penumpang, cara terbaik untuk menghindari tertular virus penyakit di dalam pesawat adalah menunda perjalanan.

Richard Dawood menekankan pentingnya maskapai mengikuti panduan CDC, tetapi ia menekankan bahwa jawabannya kembali ke penumpang.

"Mungkin poin paling penting untuk diingat adalah bahwa belum ada kasus COVID-19 yang dikaitkan dengan penularan di dalam pesawat," katanya.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]