Senyawa Propolis Indonesia Bisa Jadi Obat Alternatif Virus Corona


Kamis, 05 Maret 2020 - 00:24:26 WIB
Senyawa Propolis Indonesia Bisa Jadi Obat Alternatif Virus Corona Bentuk dan kekentalan cairan Madu lebah Trigona SP di Peternakan Lebah Madu, Maribaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. 18 September 2014. Lebah penghasil propolis yang kaya khasiat ini tanpa sengat. TEMPO

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Seorang peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Muhamad Sahlan, mengembangkan senyawa propolis asli Indonesia sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran virus corona COVID-19. Senyawa propolis yang dihasilkan dari lebah Tetragonula biroi aff berpotensi menjadi penghambat alami bagi virus mematikan itu untuk bisa menginfeksi sel di paru-paru.  
 
Dalam keterangan tertulis yang dibagikan Universitas Indonesia hari ini, Rabu 4 Maret 2020, 
Sahlan mengungkap rujukan yang digunakan adalah penelitian yang dipublikasikan oleh Profesor Yang dari Shanghai Tech University pada Januari 2020. Yang disebutnya berhasil memetakan struktur protein virus corona COVID-19 dan menemukan penyebab virus itu bisa menempel pada sel hidup (dalam hal ini paru-paru manusia).
 
Virus menempel lalu menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut untuk berkembang biak. Untuk memutus aktivitas ini, Profesor Yang mengembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk infeksi COVID-19.
 
“Yang menarik, propolis yang saya teliti memiliki sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3 itu," kata pemilik gelar doktor yang telah meneliti tentang propolis selama sembilan tahun tersebut.
 
Dengan menggunakan struktur model COVID-19 yang ada, Sahlan menguji senyawa-senyawa propolis yang dihasilkan lebah Tetragonula biroi aff untuk melihat apakah dapat membentuk ikatan pada virus COVID-19 yang sama seperti yang dilakukan oleh senyawa N3. Hasilnya, tiga dari sembilan senyawa yang ada di propolis asli Indonesia memiliki kekuatan menempel yang cukup baik pada virus COVID-19.
 
Sahlan menuturkan, bila senyawa N3 memiliki nilai -8, senyawa propoplis Sulawesins a memiliki nilai -7,9; Sulawesins b -7,6; dan deoxypodophyllotoxin -7,5. Semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa itu menempel pada virus corona COVID-19. "Hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak,” ujar Sahlan.

Seorang peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Muhamad Sahlan, mengembangkan senyawa propolis asli Indonesia sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran virus corona COVID-19. Senyawa propolis yang dihasilkan dari lebah Tetragonula biroi aff berpotensi menjadi penghambat alami bagi virus mematikan itu untuk bisa menginfeksi sel di paru-paru.  
 
Dalam keterangan tertulis yang dibagikan Universitas Indonesia hari ini, Rabu 4 Maret 2020, 
Sahlan mengungkap rujukan yang digunakan adalah penelitian yang dipublikasikan oleh Profesor Yang dari Shanghai Tech University pada Januari 2020. Yang disebutnya berhasil memetakan struktur protein virus corona COVID-19 dan menemukan penyebab virus itu bisa menempel pada sel hidup (dalam hal ini paru-paru manusia).
 
Virus menempel lalu menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut untuk berkembang biak. Untuk memutus aktivitas ini, Profesor Yang mengembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk infeksi COVID-19.
 
“Yang menarik, propolis yang saya teliti memiliki sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3 itu," kata pemilik gelar doktor yang telah meneliti tentang propolis selama sembilan tahun tersebut.
 
Dengan menggunakan struktur model COVID-19 yang ada, Sahlan menguji senyawa-senyawa propolis yang dihasilkan lebah Tetragonula biroi aff untuk melihat apakah dapat membentuk ikatan pada virus COVID-19 yang sama seperti yang dilakukan oleh senyawa N3. Hasilnya, tiga dari sembilan senyawa yang ada di propolis asli Indonesia memiliki kekuatan menempel yang cukup baik pada virus COVID-19.
 
Sahlan menuturkan, bila senyawa N3 memiliki nilai -8, senyawa propoplis Sulawesins a memiliki nilai -7,9; Sulawesins b -7,6; dan deoxypodophyllotoxin -7,5. Semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa itu menempel pada virus corona COVID-19. "Hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak,” ujar Sahlan. (h/*)

 Sumber : Tempo /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM