Polisi Buka Kemungkinan Jual Masker dari Hasil Penimbunan


Kamis, 05 Maret 2020 - 08:04:48 WIB
Polisi Buka Kemungkinan Jual Masker dari Hasil Penimbunan ilustrasi masker

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Polda Metro Jaya bakal berkoordinasi dengan pihak terkait soal kemungkinan pemanfaatan masker hasil sitaan dalam kasus penimbunan. Diketahui, polisi menyita sejumlah masker dari dua lokasi berbeda. Masker itu disita lantaran diduga merupakan hasil penimbunan.

"Nanti akan koordinasi dengan stakeholder terkait terlebih dahulu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjawab pertanyaan soal kemungkinan masker sitaan itu dijual ke masyarakat, di Tangerang, Rabu (4/3).

Koordinasi itu dilakukan salah satunya dengan tujuan memastikan apakah masker itu sesuai dengan standar medis atau tidak jika nantinya dijual ke masyarakat. Yusri juga belum mengungkapkan pihak mana saja yang bakal diajak untuk berkoordinasi terkait pemanfaatan masker tersebut.

Diketahui, Pasal 44 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) melarang penggunaan barang bukti (barbuk) oleh siapapun. Pelelangan barang bukti dilakukan setelah putusan inkrah. "Penyimpanan benda sitaan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tanggung jawab atasnya ada pada pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan dan benda tersebut dilarang untuk dipergunakan oleh siapapun juga".

Namun, Pasal 20 Peraturan Kapolri No. 10 Tahun 2010 membuka peluang lelang bagi barang bukti sebelum putusan tetap, yakni bagi barang yang mudah rusak atau biaya penyimpanannya terlalu tinggi. Pasal 19 peraturan yang sama memberi opsi mengembalikan barbuk itu kepada pemiliknya atau kepada yang berhak dengan seizin atasan penyidik.

Sebelumnya, polisi menyita sekitar 600 ribu masker dalam 240 boks yang ditemukan di gudang PT MJP Cargo di Kecamatan Neglasari, Tangerang, dalam penggrebekan, Selasa (3/3). Masker-masker yang tak memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan RI itu rencananya akan dikirim keluar negeri.

Selain itu, polisi menyita 120 kotak masker merek Sensi, 153 kotak masker merek Mitra, 71 kotak masker merek Prasti, serta 15 kotak masker merk Facemas, dalam penggrebekan di Apartemen Royal Mediterania Tower Lavender, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dalam kasus ini, polisi menetapkan satu orang tersangka berinisial TVH terkait penimbunan masker. Dari pengakuannya, masker itu dibeli dari supermarket dan sengaja dikumpulkan. Setelah itu, masker dijual dengan harga tinggi. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM