Pelaku UMKM di Pasaman Menjerit Kesulitan Dapatkan Pinjaman Modal Bank BUMN


Kamis, 05 Maret 2020 - 18:12:09 WIB
Pelaku UMKM di Pasaman Menjerit Kesulitan Dapatkan Pinjaman Modal Bank BUMN Ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pasaman mengaku kesulitan mengakses pinjaman ke bank, salah satunya bank BUMN, karena diharuskan memiliki agunan atau jaminan.

Salah satu pelaku UMKM di Padanggelugur, Darmin (42), mengatakan kenyataan ini banyak membuat pelaku UMKM malas untuk berhubungan ke bank sehingga kerap terjebak dengan jasa non formal (rentenir). Termasuk dirinya yang bergerak di sektor makanan olahan ikan. 

Baca Juga : Bank Nagari Serahkan Hadiah untuk Pemenang Lomba Karya Tulis Jurnalistik

"Dari puluhan UMKM di sini, mungkin hanya belasan yang mau mengakses pinjaman di bank. Selebihnya memilih memakai modal sendiri seadanya, atau pinjam dari keluarga bahkan lewat rentenir," ujar dia kepada harianhaluan.com, Kamis. 

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung lama sehingga menjadi penyebab usaha kecil sulit untuk maju dan rentan gulung tikar. Padahal, untuk tumbuh dan berkembang dibutuhkan tambahan modal.

Baca Juga : Lagi, Tiongkok akan Investasi 1,38 Miliar Dolar AS di Indonesia

"Seharusnya, kalangan perbankan yang jemput bola ke UMKM dan menawarkan produk rendah bunga dan tanpa agunan. Sebagaimana pesannya pemerintah," ujarnya.

Pendampingan oleh pihak perbankan, kata dia, penting agar UMKM bisa meningkatkan kualitas, dan barang yang dihasilkan bisa diterima pasar. Selain itu UMKM juga kian lebih gesit. 

Baca Juga : PDKT jadi Proker UPTD Metrologi Disperindagkop dan UKM Pariaman

"Selama ini, pelaku usaha yang sudah menerima pinjaman sering terjebak, sehingga hanya berpikir bagaimana membayar angsuran dari bulan ke bulan," kata dia.

Sementara pelaku UMKM lainnya, Yani (35), juga mengaku kesulitan mengakses pinjaman modal usaha (KUR) di salah satu bank pelat merah di daerah itu. Padahal, bantuan modal yang diusulkan tidaklah banyak. Hanya sekitar Rp10 jutaan. 

Baca Juga : Keren, Pasar Teluk Uma Nominator Juara Nasional

"Bank yang paling susah ngurus pinjaman modal (KUR) ini ya di bank itu. Paling susah itu, apalagi di unit Tapus. Padahal kan, pemerintah sudah memberikan kemudahan. Salah satunya menurunkan besaran bunga pinjaman modal," katanya. 

Hal ini jelas bertolak belakang dengan keputusan pemerintah (pusat) yang telah memutuskan meningkatkan akses modal bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Peningkatan akses dilakukan dengan memangkas bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari yang saat ini 7 persen menjadi 6 persen. 

Sementara untuk pengajuan KUR mikro, plafon dinaikkan dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur. Sementara itu, untuk sektor perdagangan, plafon dinaikkan dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta. (*)

Reporter : Yudi Lubis | Editor : NOVA

BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]