Corona Menghantui Indonesia, Bukti Komunikasi Pemerintah Hanya Sia-sia


Kamis, 05 Maret 2020 - 18:15:42 WIB
Corona Menghantui Indonesia, Bukti Komunikasi Pemerintah Hanya Sia-sia Ist

Kemunculan 2019-nCov Novel Coronavirus yang menyebabkan wabah pneumonia di Kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 telah meresahkan berbagai pihak. Tak ada yang menduga kemunculan virus ini akan meresahkan dan menjadi topik hangat akhir-akhir ini. Awalnya, virus corona jenis 2019-nCoV ini diduga bersumber dari hewan seperti unta, kucing, dan kelelawar.

Oleh : Ika Primastuti Putri

Para ahli berpendapat bahwa virus ini sebenarnya jarang sekali berevolusi dan menginveksi tubuh manusia, namun adanya kasus di negeri Tirai Bambu tersebut menjadi bukti nyata bahwa virus mematikan itu bisa menyebar dari hewan ke manusia.

Parahnya, seiring berkembangnya kasus tersebut penularannya pun terjadi antar manusia. Virus ini yang terus-menerus mencari mangsa, namun sayangnya hingga saat ini obatnya belum ditemukan.

Pola penularan virus ini juga dapat melalui percikan air liur pengidap, menyentuh tangan, wajah, mata, hidung atau mulut orang yang telah terinfeksi, memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona dan juga tinja atau fases. Kini virus jenis baru itu sudah memakan banyak korban.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menghimbau kepada masyarakat dunia agar waspada, terutama Negara-negara yang sudah terjangkit. Berdasarkan peta Gis and Data, orang yang terinfeksi virus ini sudah mencapai 24.562 jiwa, dengan korban meninggal dunia sebanyak 493 jiwa dan 910 pasien dinyatakan sembuh.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia yang notabene dekat dengan pusat penyebaran virus? Bagaimana keadaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi wabah virus ini? Dan, bagaimana sikap dan komunikasi pemerintah Indonesia dalam meredam ketakutan masyarakat?

Teranyar, pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan adanya dua WNI positif menderita Corona. Sejak itu, masyarakat dihantui kepanikan hingga ada yang putus asa. Bak mengutuk hadirnya virus tersebut ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Keadaan tersebut jelas tergambar melalui potret media.

Menyikapi polemik itu, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menghimbau agar masyarakat tidak panik dan ketakutan menghadapi virus ini. Dia khawatir apabila masyarakat terlalu cemas akan berdampak terhadap pengambilan keputusan yang tidak tepat oleh pemerintah.

"Semakin tidak rasional, maka semakin membuat seolah Negara tidak berdaya," imbuh Terawan dikutip dari salah satu media nasional.

Setelah beberapa Negara mengambil tindakan cepat mengenai virus ini, pemerintah Indonesia pun sudah melakukan rapat terbatas “Kesiapan Menghadapi Dampak Virus Corona” di Istana Negara 4 Februari lalu. Sejumlah kebijakan diputuskan dan sejumlah langkah mulai dilakukan pemerintah RI untuk mengantisipasi Novel Coronavirus ini.

Berdasarkan keterangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto menyatakan, beberapa hal mengenai kesiapsiagaan pepemerintah terkait kasus ini. Pertama, pemerintah akan membuka layanan hotline di Sembilan kementerian agar masyarakat mudah mendapatkan penjelasan mengenai Virus Corona dan dampaknya.

Kedua, pemerintah menghentikan penergbangan rute Indonesia-China untuk sementara waktu. Langkah ketiga, pemerintah menerapkan pembatasan terhadap kedatangan orang dari kawasan China.

Keempat, para tenaga asing maupun turis asal Cina yang sebelumnya sudah berada di Indonesia dan belum kembali ke negaranya akan mendapat fasilitas izin visa untuk overstay. Dan langkah terakhir yang diambil pemerintah yaitu pemerintah segera melarang impor hewan hidup dari Negara Cina.

Upaya-upaya lainpun telah dilakukan pemerintah RI, misalnya pemasangan thermoscanner dan mengaktifkan sebanyak 21 kapsul evakuasi di bandara internasional, mengevakuasi WNI yang berada di Cina, Kemenkes juga mengaktifkan sebanyak 21 kapsul evakuasi.

Tak hanya itu, komunikasi pemerintah pusat dan daerah pun juga menerbitkan surat edaran dan mennghimbau masyarakat mengenai kewaspadaan dan pencegahan virus corona. Sosialisasi semacam ini cukup membantu masyarakat yang sebelumnya overpanic lambat laun menjadi edukasi berarti untuk menanggapi wabah virus Corona ini.

Meski masih banyak daerah di Indonesia yang masih lemah sosialisasi yang dilakukan pemerintah, namun melalui literasi dari media, terutama cyber media turut menghadirkan sikap, setidaknya ketenangan dihati masyarakat Indonesia menyoal virus ini. Kesimpulannya, langkah-langkah pemerintah RI untuk mengkomunikasikan kasus wabah 2019-nCoV ini bisa dibilang sudah cukup baik. (**)

Reporter : Ika Primastuti Putri /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM