Hati-hati..! WHO Klaim Uang Kertas jadi Alat Penyebaran Covid-19


Kamis, 05 Maret 2020 - 20:01:24 WIB
Hati-hati..! WHO Klaim Uang Kertas jadi Alat Penyebaran Covid-19 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim uang kertas bisa jadi medium penyebaran COVID-19. Karena itu, masyarakat diminta untuk mengurangi penggunaan uang kertas untuk bertransaksi.

Bahkan, dikatakan United Nation (UN) siapapun yang baru saja memegang uang kertas, mereka harus segera mencuci tangannya dengan sabun. Sebab, virus penyebab COVID-19 bisa menetap di uang kertas dalam waktu dan kondisi tertentu.

Juru bicara WHO menerangkan, masyarakat sekarang harus mulai melakukan 'cashless' untuk meminimalisir kontak langsung dengan uang kertas. Cara ini bisa menjadi upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

"Kita tahu bersama, uang kertas itu 'berjalan' antar orang dan di sana terkandung beberapa bakteri dan virus," kata juru bicara WHO pada Telegraph. "Kami pun meminta kepada masyarakat untuk mencuci tangan setelah memegang uang kertas," tambahnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak memegang wajah, mulut, hidung, atau bahkan memasukan tangan ke dalam mulut setelah memegang uang kertas. Ini merupakan salah satu cara virus bisa masuk ke dalam tubuh.

Uang Kertas

Di sisi lain, perlu dipahami kembali bahwa COVID-19 menular melalui droplet atau air liur pasien positif yang batuk atau bersin. Agar meminimalisir risiko, usahakan selalu untuk batuk dan bersin beretika agar tangan Anda tetap bersih dan tidak membahayakan orang lain.

"Penyebaran utama itu melalui droplet. Liur ini datang dari batuk atau bersin dan bisa secara langsung menginfeksi orang yang terkena air liurnya. Nah, tangan yang kotor memegang uang dan ini menjadi cara penyebaran lainnya," ungkap Prof. Jurgen Haas, kepala obat infeksi di Universitas Edinburgh.

Haas melanjutkan, virus korona COVID-19 dapat bertahan pada permukaan benda mati dalam waktu yang cukup lama, meskipun tidak ada yang tahu persis berapa lamanya.

"Masa hidup virus ini di udara terbuka atau di benda belum ada yang bisa memastikan berapa lamanya, karena ini virus baru. Tapi, semakin rendah suhunya, semakin lama ia bertahan hidup di benda. Jika suhunya hangat, virus bisa cepat mati," tambah Haas.(*)

 Sumber : okezone /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM