Ingin Coba Wisata Ganja di Belanda? Perhatikan 6 Tips Ini


Kamis, 05 Maret 2020 - 21:04:13 WIB
Ingin Coba Wisata Ganja di Belanda? Perhatikan 6 Tips Ini Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Walau masih terlarang di Indonesia, konsumsi ganja untuk kesehatan dan rekreasi dalam jumlah kecil tak lagi masuk ranah hukum di beberapa negara, salah satunya Belanda.

Di Belanda, penggunaan ganja di coffeeshop (kedai kopi) dan kepemilikan hingga 5 gram untuk penggunaan pribadi tidak akan dikriminalisasi.

Ide lisensi penjualan ganja diperkenalkan sejak tahun 1976 untuk memisahkan obat keras (hard drugs) dan lunak (soft drugs) di Belanda. Ganja masuk dalam kategori soft drugs di Negara Kincir Angin.

Coffeeshop tidak diperbolehkan menyajikan alkohol atau obat-obatan lain selain ganja. Pembelinya juga harus berusia 18 tahun ke atas.

Pemerintah Belanda juga melarang coffeeshop buka dekat sekolahan, minimal harus berjarak 250 meter.

Berbeda kota, berbeda pula aturan mengenai konsumsi ganja untuk turis. Kota Maastricht melarang coffeeshop menjual ganja untuk turis.

Sementara kota Amsterdam masih membebaskan konsumsi ganja untuk turis, meski ada kabar bahwa aturan ini bakal direvisi demi menghalau overtourism.

Di Amsterdam, ratusan coffeeshop sebagian besar terkonsentrasi di Distrik Lampu Merah De Wallen.

Bagi yang sudah cukup umur dan ingin mengetahui lebih lanjut wisata ganja di Belanda, berikut sejumlah hal yang perlu dipahami:

1. Tak semua kedai kopi menjual ganja

Datang ke coffeehouses (bahasa Belanda: koffiehuis) dan memesan ganja adalah kesalahan yang dilakukan banyak turis yang pertama kali wisata ke Belanda.

Jangan samakan coffeeshop dengan coffeehouses.

Coffeeshop adalah tempat untuk menghisap ganja, sedangkan coffeehouses adalah tempat untuk ngopi cantik.

Karena tidak boleh beriklan, coffeeshop biasanya memiliki tanda pengenal khusus seperti stiker hijau dan putih, bendera hijau-kuning-merah, atau simbol Rastafari lainnya.


2. Jangan rakus

Walau bisa kongko lama di coffeeshop, namun pemerintah Belanda tetap membatasi dosis ganja yang bisa dinikmati per orang dan per hari.

Di Belanda, satu orang hanya bisa menikmati ganja 5 gram per hari. Lebih dari itu, siap-siap berurusan dengan hukum Belanda.

Tak perlu rakus membeli ganja dalam jumlah banyak, karena tradisi ganja di Belanda berarti berbagi dengan teman bukan menikmatinya sendirian dalam dosis berlebihan.

3. Hindari perangkap turis

Ada ratusan coffeeshop di Amsterdam, mulai dari yang berkualitas apotek - seperti Boerejongens, sampai tempat populer - seperti Bulldog.

Warga lokal akan memberi tahu Anda bahwa untuk mendapatkan pengalaman yang sesungguhnya adalah mencoba coffeeshop independen.

Coffeeshop independen cenderung lebih patuh terhadap aturan serta menawarkan kualitas dan harga yang lebih baik.

4. Konsumsi dengan santun

Khusus turis, sebaiknya jangan mengonsumsi ganja di ruang publik terbuka.

Menikmati ganja di ruang publik terbuka memang tidak dilarang di Belanda, namun asapnya bakal mengganggu orang yang berdekatan - sama seperti merokok.

Yang mengonsumsi dengan ugal-ugalan dan mengganggu ketenangan publik juga bakal dihukum tegas.

Sebaiknya tanya kepada pengelola coffeeshop atau tempat penginapan mengenai aturan menikmati ganja di areanya.

Kalau ingin menikmatinya di taman, usahakan konsumsi dalam jumlah kecil serta menjauh dari keramaian dan anak kecil.


5. Jangan malu bertanya

Seperti halnya kedai kopi, coffeeshop di Amsterdam memiliki lembar menu yang ditempel di dinding atau diberikan kepada pengunjung.

Berbeda jenis dan ukuran, berbeda pula harganya.

Daripada menebak-nebak nama menu dan kecewa dengan kualitasnya, jangan malu bertanya kepada staf coffeeshop mengenai ganja dan dosis yang direkomendasikan berikut efeknya.

Jangan merasa terintimidasi saat bertanya, karena staf coffeeshop umumnya ramah, berpengetahuan luas, dan terbiasa menangani turis.

Jika datang dengan bekal ganja dari rumah, jangan hanya menumpang duduk di coffeeshop. Dukung pengembangan kedai kopi mereka dengan membeli makanan dan minuman yang juga ada di menu.

6. Ikut tur

Di Belanda, kebebasan menikmati ganja bukan berarti menjadi ajang mabuk-mabukan. Di sini tanaman ganja juga dikembangkan untuk manfaat kesehatan dan kekayaan kuliner.

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai budaya ganja di Belanda sekaligus tak ingin tertipu coffeeshop perangkap turis, bisa mengikuti tur wisata yang resmi.

Tak hanya ke coffeeshop, turis juga bakal diajak berkunjung ke Marihuana and Hash Museum di Red Light District yang telah berdiri sejak tahun 1985.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]