Berikut Jenis Truk ODOL yang Terima Toleransi dari Kemenhub


Jumat, 06 Maret 2020 - 04:49:13 WIB
Berikut Jenis Truk ODOL yang Terima Toleransi dari Kemenhub Kementerian Perhubungan melakukan seremoni pemotongan truk over dimension over load alias ODOL atau truk obesitas dalam Rapat Koordinasi Teknis Perhubungan Darat, Senin, 2 Maret 2020. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Program Zero ODOL (Over Dimension dan Over Loading) bakal berlaku pada 2023, namun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tetap berkomitmen melakukan penertiban khusus pada area tertentu mulai bulan depan. 

Khusus untuk penertiban itu, Kemenhub menyatakan memberikan toleransi pada lima jenis angkutan komoditas, yaitu bisnis pertambangan, semen, kaca, keramik, dan minuman ringan. 

Penertiban truk ODOL segera dilakukan di sejumlah area, yakni di jalan Tol Tanjung Priok sampai ke Bandung serta Pelabuhan Merak dan Bakaheuni, serta Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.

"Kalau yang sekarang kami sudah mulai normalisasi terutama pada angkutan logistik yang tidak terkena toleransi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi, dikutip dari CNN, Jumat (6/3/2020).

Budi memaparkan pihaknya bakal kembali menggelar rapat dengan sejumlah pengusaha. Sebab disebut banyak pengusaha di luar komoditas pertambangan, semen, kaca, keramik, dan minuman ringan yang meminta toleransi kepada pemerintah.

Menurut Budi pihaknya ingin mendengar rencana para pengusaha yang juga meminta toleransi. Kata dia jangan sampai pengusaha di luar lima komoditas itu cuma meminta keringanan.

"Saya minta mereka membuat rencana sampai tahun 2023 apa yang mau dilakukan, apa normalisasi apa investasi kendaraannya yang penting minimal jangan cuma minta tapi sampai 2023 tidak ada pergerakan," ucap Budi.

Budi mengatakan pemerintah sangat serius dengan proyek pembasmian truk ODOL. Tujuan utama program itu adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Budi melanjutkan truk ODOL membuat rugi negara. Pemerintah menilai muatan truk di luar ketentuan membuat banyak jalan menjadi cepat rusak.

"Jadi alasan kami melakukan kegiatan ini pertama atas asas keselamatan, kedua ada kerugian negara akibat kerusakan jalan," kata Budi. (*)

 Sumber : CNN /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 07 April 2020 - 06:37:44 WIB

    Berikut 5 Webcam Unggulan saat Bekerja dari Rumah

    Berikut 5 Webcam Unggulan saat Bekerja dari Rumah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Dengan maraknya penyebaran COVID-19, segala bentuk pekerjaan sekarang harus dilakukan di dalam rumah. Bagi para pekerja, beberapa perangkat menjadi sangat penting guna menunjang produktivitas mere.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM